Latest News

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Popular Post

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Triwisaksana meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk segera bertindak agar aksi kelompok Negara Islam Indonesia tidak bisa berkembang dalam memperluas anggotanya.

Menurut Triwisaksana, ada dua aspek untuk meredam kegiatan tersebut. Di antaranya aspek penyadaran melalui badan dakwah-dakwah yang ada di lingkungan dan tentunya aspek penyadaran oleh orangtua. "Sebab, kebanyakan sasaran kelompok ini adalah remaja yang notabene masih dalam usia rentan  dalam menentukan pilihannya," katanya di Jakarta, Kamis 28 April 2011.

Selain itu juga, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menghindari keterlibatan anaknya masuk dalam kelompok tersebut serta harus memberikan penerangan kepada anak tentang ajaran Islam yang benar. "Selain orangtua, pemerintah juga harus peduli," tandasnya.

Triwisaksana yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, PKS siap membatu jika partainya diminta untuk memberikan pemahaman Islam yang tidak menyimpang. "Dengan senang hati, karena selama ini memang Islam yang kami sampaikan adalah Islam moderat," katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Biro Pendidikan Mental Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Marullah menghimbau kepada warga untuk selalu waspada terhadap aliran agama yang beredar. "Sebab kalau aliran itu core-nya adalah benar agama yang sesungguhnya pasti tidak pernah neko-neko. Tapi kalau sudah neko-neko itu itu pasti tujuannya sudah beda," katanya.

Menurut Marullah, anak-anak yang menjadi korban sasaran kelompok NII dikarenakan pengetahuan anak tentang agama masih sedikit, dengan demikian hasrat ingin mengetahui perbedaan sangatlah besar. "Maka itu tugas kitalah membentengi mereka," tambah Marullah.

Dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan. Sebab dampak yang terjadi sangatlah besar yakni keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Marulla juga menjelaskan, perjuangan bangsa sudah selesai untuk mendirikan bangsa dan tidak dengan cara yang radikal. "Tapi dibangun bersama-sama. Yang harus kita lakukan adalah pengayaan agama tetapi bukan itu merusak suatu tananan yang merusak mental bangsa," pungkasnya.[http://metro.vivanews.com ]
JAKARTA - DPP PKS akhirnya menerima surat pengunduran diri anggota FPKS Arifinto, yang kedapatan menonton video porno pada rapat paripurna. Hal itu dikemukakan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (28/4).

"Suratnya sudah masuk DPP, saat ini sedang diproses administrasi partai. Nanti bisa dicek langsung ke Pak Arifinto," ungkapnya.

Proses pengunduran diri, sambung dia, tergantung dari proses di KPU, DPR, dan Setneg. Namun, pihaknya berharap proses pergantian dapat dilakukan secepat mungkin. "Surat kan memang masuk ke DPR, tetapi undang-undang mengamanahkan secepat mungkin. Jangan sampai terjadi kekosongan," tuturnya.

Sementara proses pergantian berjalan, sambung dia, Arifinto masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas-tugas dan membereskan ruangannya. "Selain proses administratifnya juga ada pemindahan pekerjaan dan tugas-tugas yang dirintis Pak Arifinto. Yang baik-baik harus dia tuntaskan dan ditransformasikan kepada yang baru," tukasnya. (Wta/OL-11) [mediaindonesia.com]
Lumajang - Momentum perayaan Milad ke-13 PKS dimanfaatkan untuk saling mengingatkan bahaya gerakan Negara Islam Indonesia (NII) dan tidak mudah terkena bujuk rayu, Minggu (24/4/2011).

NII dikenal melakukan perekrutan di kalangan generasi muda bangsa, terutama dari kalangan mahasiswa dengan modus pencucian otak. Ketua DPD PKS Lumajang H Imam Rofiq mengaku, gerakan NII patut diwaspadai.

"Lagi-lagi gerakan ini seperti menafikan keberadaan NKRI. Dan gerakan ini diantara kelompok lainnya yang sangat membahayakan. Terutama, seperti yang banyak dilansir media, bahwa gerakan ini telah merambah ke kalangan generasi muda di kampus yang notabene merupakan kalangan intelektual," kata Imam Rofiq.

Dia mengaku, gerakan NII ini sengaja mencari mangsa dari kalangan mahasiswa atau kelompok intelektual karena dianggap memiliki wawasan yang luas.

"Orang awam itu wawasannya tidak luas. Mereka tidak memiliki ambisi-ambisi yang tinggi. Kalau dari kalangan kampus atau akademisi, notabene memiliki wawasan luas. Meski formulasinya tidak positif dan mengalami kebimbangan akan cita-cita dan ambisinya yang tinggi. Maka, kalangan inilah yang mudah terpengaruh dan direkrut," ungkapnya.

Meski begitu pihaknya memprediksi gerakan seperti ini tidak akan panjang umurnya. Pasalnya, gerakan itu tidak terumuskan dengan pola yang baik.

"Bayangkan, gerakan NII ini merekrut kader hanya dengan dibai'at saja. Hal itu tidak akan berdampak panjang. Saya yakin gerakan seperti ini, hanya dilakukan karena pelampiasan-pelampiasan kepentingan sementara, baik politik atau lainnya saja," tegasnya.

Pihaknya pun akan melakukan antisipasi penyebaran NII ke kampus-kampus di Lumajang. "Di Lumajang ada 7 perguruan tinggi swasta yang patut digandeng sebagai mitra. Agar kemungkinan-kemungkinan merambahnya gerakan ini bisa kita tangkal. Kalau generasi muda pikiranya tidak terformat dengan baik, maka kemungkinan terpengaruh itu memang sangat besar," jelasnya. (detik.com)
Jakarta - Aksi injak-injak kain merah putih berukuran 2x6 meter dalam acara Ultah ke-13 PKS di Tasikmalaya dinilai tidak mengandung unsur pidana. Menurut ahli hukum pidana UII Yogyakarta, Mudzakir, batasan bendera sudah tegas diatur dalam undang-undang, yaitu aturan ukuran bendera.

"Tidak ada unsur pidana karena yang dimaksud dengan bendera negara sudah diatur tegas ukurannya dalam UU No 24/2009 tentang UU Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan," kata Mudzakir kepada detikcom, Minggu (24/4/2011).

Menurutnya, insiden di Tasikmalaya dengan ukuran kain 2x6 meter, tidak memenuhi unsur bendera. Dalam UU disebutkan yaitu untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan menggunakan bendera ukuran 200cm x 300cm , untuk penggunaan di lapangan umum 120 cm x 180 cm dan untuk penggunaan di ruangan 100 cm x 150 cm.

Adapun untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden 36 cm x 54 cm, untuk penggunaan di mobil pejabat negara 30 cm x 45 cm dan untuk penggunaan di kendaraan umum 20 cm x 30 cm

Sedangkan untuk penggunaan di kapal 100 cm x 150 cm,  untuk penggunaan di kereta api 100 cm x 150 cm , untuk penggunaan di pesawat udara 30 cm x 45 cm dan untuk penggunaan di meja 10 cm x 15 cm .

"Kalau ukuranya 2x6 meter itu bukan bendera. Kalau bukan bendera, menginjaknya bukan pidana," terang tim perumus perubahan KUHP/KUHAP ini.

Aturan yang tegas tentang ukuran bendera ini untuk menghindari kriminalisasi penggunaan warna merah putih. Seperti kain merah putih yang dipakai Pramuka, umbul-umbul, ikat kepala dan sebagainya.

"Kalau siapa saja yang memakai kain merah putih, banyak sekali yang dikriminalkan dong. Pemain olahraga banyak banget tuh," tutur Mudzakir. (asp/rdf)

Sumber: http://www.detiknews.com
Jakarta - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring meminta maaf atas terjadinya insiden merah putih di Tasikmalaya. Lewat akun Twitter-nya @tifsembiring, PKS berjanji akan lebih ketat mengontrol acara-acara sensitif yang bisa menimbulkan kesalahpahaman masyarakat.
  
Sebuah insiden terjadi di peringatan ulang tahun (Milad) ke-13 PKS di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (24/4). Sebanyak 8 siswi SMA Al Muttaqin menginjak-injak kain merah putih berukuran 2 x 6 meter ketika sedang melakukan aksi teatrikal.

Polisi kemudian menghentikan Milad tersebut dan meminta keterangan para siswi, termasuk panitia penyelenggara. Setelah itu, mereka dilepas. Polisi mendapat penjelasan, aksi itu dilakukan untuk seni dan tidak ada maksud melecehkan simbol negara.

"DPD PKS Tasikmalaya dan DPW PKS Jawa Barat telah menyampaikan permohonan maaf karena kekeliruan sumbangan acara tersebut," tulis Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS di akun Twitter-nya 9 jam lalu.

Berikut 6 poin penjelasan Tifatul soal insiden kain Merah Putih tersebut lewat akun Twitter-nya.

1. Ini sedikit penjelasan panitia soal bendera: setiap tahun selalu diadakan acara Milad, termasuk di DPD PKS #Tasik. #MiladPKS

2. Pada acara Milad kali ini DPD PKS #Tasik juga melibatkan masyarakat selain kader PKS seperti pelajar SMU, anak jalanan, pengamen, dan sebagainya.

3. Salah satunya putri-putri SMU At Muttaqien menyumbang tarian teatrikal membawa kain besar, yang dibimbing para guru mereka. #MiladPKS #Tasik

4. Dalam teatrikal tersebut, bendera besar tadi terinjak-injak. Melihat kejadian tersebut, polisi menyetop acara tersebut dan memeriksa PJ-nya. #Tasik

5. DPD PKS Tasikmalaya dan DPW PKS Jawa Barat telah menyampaikan permohonan maaf karena kekeliruan sumbangan acara tersebut. #MiladPKS #Tasik

6. Pengurus PKS setempat berjanji akan lebih ketat mengontrol acara-acara sensitif yang bisa menimbulkan kesalahpahaman masyarakat. #MiladPKS #Tasik

Sumber: http://www.tempointeraktif.com
ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si
TAUJIH KETUA DPP PKS BIDANG PEREMPUAN

ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si

Alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah SWT, Robb semesta Alam yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan pada hamba-hambaNya. Shalawat dan ‎​salam  tercurah pada kekasih Allah, Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya, dan generasi penerus dakwah yang tak gentar dengan tantangan dan ujian yang dihadapinya.


Pada kesempatan ini, ada baiknya kita mengingat kembali positioning Bidang Perempuan dalam kerangka strategi dakwah akhwat (perempuan) di Indonesia. Dengan demikian,  langkah,  niat, dan kerja kita semakin mantap, sehingga konstribusi kita sinergis dan bermanfaat. Kita meyakini bahwa apa yang dikerjakan oleh struktur Bidang Perempuan adalah persembahan amal terbaik kita di sisi Allah SWT.


Saudariku,


kita harus ingat  bahwa kita adalah kader gerakan dakwah, atau kita adalah abna’ul haroqah, sebelum segala sesuatunya. Kita adalah putera-putera harokah ini. Artinya, walaupun kita berbaju Partai Keadilan Sejahtera tetapi tidak sedikitpun mengubah  esensi kita sebagai  gerakan dakwah. Oleh karena itu, kita  harus memastikan bahwa semua amal haruslah bernilai ibadah. Dan sebuah amal tidaklah bisa disebut sebagai ibadah jika amal itu tidak memenuhi syarat sebagai amal Islami. Dengan demikian, saudariku sekalian, apapun yang kita lakukan dalam struktur Bidang Perempuan, dari mulai merencanakan program hingga melaksanakannya haruslah bisa dikategorikan sebagai amal Islami. Kondisi itu,  menuntut kita untuk melaksanakan seluruh kegiatan  sedekat mungkin dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.


Selain itu, dalam beraktivitas kita harus memahami dan berkomitmen bahwa sejak awal seluruh aktivitas kita harus bebas dari kepentingan-kepentingan selain meraih ridho Allah. Hal ini bermakna bahwa kepentingan kita hanyalah satu, yaitu meraih ridho Allah. Kita harus all out dalam mengerjakan semua tanggung jawab dan amanah kita di Bidang Perempuan. Karena kita menginginkan di akhirat nanti Allah melihat amal-amal kita tidak ada yang tercemari dengan kepentingan lain kecuali meraih ridhoNya. Rasululah pernah bersabda tentang apa itu Fiisabilillah kaitannya dengan jihad. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dalam haditsnya, Rasulullah mendefinisikan fisabilillah, Beliau mengatakan,  Barangsiapa berjihad, barangsiapa berperang agar kalimat Allah tetap tinggi , lillaahi kalimatillah, itulah fiisabilillah”. 


Saudariku,


Tentunya  kita ingin agar semua langkah kita dalam merealisasikan amanah di Bidang Perempuan ini diperhitungkan  Allah sebagai fiisabilillah. Oleh karena itu, setiap melakukan kegiatan, baik dalam struktur Bidang Perempuan, ataupun dalam kegiatan yang lain, selalu kita hujamkan dalam diri kita bahwa ini tidak lain hanyalah untuk meraih ridho Allah. DO OUR BEST agar Allah berbangga dengan amal-amal kita.
Berkaitan dengan ini, Bidang Perempuan telah mencanangkan bahwa kita ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa yaitu membangun karakter perempuan Indonesia menjadi SHOLIHAT, CERDAS, dan BERDAYA GUNA 


SHOLIHAT adalah menyiapkan kader dan perempuan Indonesia agar mampu menjadi istri dan ibu yang sholihat. Arah SHOLIHAT itu adalah menjadi perempuan yang sholihat, menjadi istri, ibu, atau anak perempuan yang betul-betul mampu menjadikan rumahnya, suaminya, anaknya, keluarganya, keluarga besarnya, bahkan asisten rumah tangganya sebagai anak-anak panah dakwah yang siap untuk dilesatkan. Dan kerja-kerja seperti ini, di struktur Bidang Perempuan menjadi tugas dan tanggung jawab dari Departemen Ketahanan Keluarga. 


Kemudian CERDAS, bermakna berwawasan luas.  Yaitu menjadikan kader dan perempuan Indonesia memiliki pengetahuan luas, berwawasan global, dan universal. Perempuan Indonesia mampu mengokohkan nilai-nilai dalam setiap langkahnya, tidak mudah dibodohi, tidak mudah dirasuki oleh pemikiran-pemikiran yang  tidak sejalan dengan keyakinan-keyakinan religiusnya. Karakter cerdas ini  menjadi  fokus dan tugas dari Departemen Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga. 


Karakter ketiga yang ingin kita bentuk adalah BERDAYA GUNA. Menjadikan perempuan PKS dan perempuan Indonesia mampu mengoptimalkan potensinya dan kokoh di setiap medan amal yang dipilih sesuai kemampuan, minat, kecenderungan, dan daya dukungnya. Dengan karakter ini Bidang Perempuan PKS mendorong perempuan Indonesia untuk   berperan dan berkiprah di berbagai sektor, baik di sektor publik maupun di sektor private/swasta (wiraswasta, dan lainnya), atau di sektor ketiga (LSM, yayasan, dan lainnya). Khusus untuk kader perempuan PKS, Struktur Bidang Perempuan, mendorong kader perempuan PKS   menyebar di seluruh sektor yang ada di lapisan masyarakat. Melalui dorongan ini diharapkan  Insya Allah tidak ada satu ruang pun di masyarakat melainkan di sana ada kader perempuan PKS yang kokoh berkonstribusi.  Dengan demikian, kader perempuan PKS dapat memilih perannya sesuai dengan daya dukungnya, kecenderungannya, atau amanah yang diberikan oleh struktur.


Terakhir saudariku sekalian,


Sesungguhnya, kerja-kerja  yang ada kita lakukan ini adalah  adalah manifestasi kita dari dua hal. Pertama,  manifestasi dari rasa syukur kita pada Allah SWT dan  kedua adalah manifestasi dari komitmen kita kepada dakwah. Demikian semoga bermanfaat. Semoga  kerja-kerja kita mendapat apresiasi dari Allah, Rasululloh,  dan orang-orang beriman. Billahi taufiq wal hidaayah, Wassalamu’alaikum warahmatu Llahi wa barakaatuh.

Sumber: http://pk-sejahtera.org/


Tiga Makna Kelahiran


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Kepada seluruh tamu undangan yang Kami hormati, kepada seluruh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera dan kepada segenap kader Partai Keadilan Sejahtera, Ikhwan dan Akhwat fillah saya ucapkan selamat berulang tahun.  Semoga Allah terus memberikan kejayaan kepada kita  dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, memberikan taufik dan hidayah dan inayahNya kepada kita.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, setiap hari selalu ada yang memperingati hari ulang tahun atau hari kelahiran baik kelahiran sebagai pribadi atau sebagai komunitas, kelahiran organisasi-organisasi dan kelahiran bangsa-bangsa. Hari ini, kita bersama-sama dengan riayah dan inayah dari Allah SWT juga memperingati kelahiran lembaga perjuangan ini:  Partai Keadilan Sejahtera.


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT,  hal yang paling penting dalam memperingati hari kelahiran adalah membangkitkan rasa syukur kepada Allah SWT


{ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]
 

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS Ibrahim 7)
 
Bila kita pandai bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan tambahan berupa limpahan karuniaNya, limpahan rahmatNya kepada kita semua. Oleh karenanya untuk memantapkan rasa syukur kita, kita harus memahami makna kelahiran kita,  makna kelahiran setiap insan,  makna kelahiran setiap umat dan makna kelahiran setiap bangsa.


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, kita tidak akan lahir ke dunia ini kecuali disebabkan oleh adanya mawaddah warahmah, adanya mahabbah warahmah. Kita lahir karena adanya cinta dan kasih sayang dari ibu dan bapak kita. Kita lahir melalui kasih sayang kedua orang tua kita dan kelahiran kita disambut oleh kasih sayang kerabat, saudara dan handai taulan kita. Oleh karena itu kita lahir untuk membawa misi rahmatan lilalamin. Kita lahir untuk menyebar kasih sayang kepada seluruh lapisan ummat, seluruh lapisan bangsa, bahkan seluruh lapisan kemanusiaan. Kita lahir dengan membawa mahabbah warahmah. 


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, kita dilahirkan dengan penuh cinta dan  kasih sayang, kita pun lahir dengan  kehormatan dan kemuliaan.  


{ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ} [المنافقون: 8]
 

Padahal izzah (kehormatan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS Munafiqun 8)

Selain kehormatan Allahpun memberikan kemuliaan kepada kita di atas semua makhluk lainnya yang diciptakanNya. 


وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا (الأسراء :٧٠)
 

70. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al-Isra : 70)

Kita lahir dengan kehormatan dan kemuliaan, oleh karena itu setelah kita diberi kehormatan dan kemuliaan oleh Allah, tidak boleh kita menempatkan diri kita dalam posisi yang lemah dan hina, karena kita telah lahir dengan kehormatan dan kemuliaan setelah sebelumnya kita lahir dengan kecintaan dan kasih sayang.


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, insya Allah kelahiran kita juga adalah untuk membangun kehormatan dan kemuliaan umat, bangsa dan negara serta kemanusiaan. Kitapun lahir kedunia dengan mengemban amanah dan memikul tanggung jawab. Kita lahir dengan membawa misi ibadah dan tugas kekhilafahan di dunia ini. 


{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات: 56]
 

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.  (QS Adz-Dzariyat : 56)

{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً } [البقرة: 30]
 

30. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah : 30)

Kita lahir sudah dengan mengemban amanah dan memikul tanggungjawab yang sebelumnya oleh Allah SWT telah ditawarkan kepada makhluk-makhluk lain:  


{إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا} [الأحزاب:
72]
 

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (QS Al Ahzab 72)

Amanah dan tanggung jawab ini harus kita tunaikan , sebab seluruh gerak, ibadah, tindakan dan ucapan kita akan dituntut pertanggungjawabannya oleh Allah SWT, inna sam’a wal bashoro wal fuadakullun ulaika kana anhu masula:


{إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} [الإسراء: 36]
 

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS al-Isra 36)
 

Oleh karena itu harus kita sadari bahwa tidak bisa kita mengkhianati manah yang kita emban dan tanggung jawsab yang kita pikul tersebut:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [الأنفال: 27]
 

27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al-Anfal : 27)

Kader Partai Keadilan Sejahtera , kader Partai Dakwah  dan kader Gerakan Dakwah harus senantiasa mengingat tiga nilai atau tiga makna kelahiran ini:
1.    Wulidna bilmahabbati warahmah  (ولدنا بالمحبة والرحمة), kita lahir dengan membawa misi penyebar kasih sayang 


2.    Wulidna bil izzati walkaramah (ولدنا بالعزة والكرامة), kita lahir dengan kehormatan dan kita lahir untuk meraih kejayaan 


3.    Wulidna bilamanati bil masuliyah (ولدنا بالأمانة و المسؤلية), kita lahir untuk terus dan terus memikul tanggungjawab, mengemban amanah yang insya Allah kita bersama-sama akan menghadap Allah untuk dimintai pertanggungjawabannya sejauh mana amanah dan mausliyah itu kita laksanakan.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah, kader PKS yang mengemban misi amanah dan masuliyah ini, insya Allah senantiasa bersyukur sehingga hari ini merupakan hari Syukrun Azhim, syukuran yang agung yang insya Allah berarti kita akan mendapatkan kemenangan-kemenangan besar pula sesuai dengan janjinya bahwa orang yang bersyukur akan mendapatkan tambahan nikmat. Sehingga umat, bangsa, negara dan umat manusia pun akan berada dalam kehormatan dan kemuliaan karena itu adalah pangkal kejayaan di dunia dan akhirat.  Allahu Akbar, AllahuAkbar .


Wassalamu’alaikum Wr.Wb


Pidato Kebangsaan Ketua Majelis Syuro PKS KH. Hilmi Aminuddin di depan lebih dari 300 ribu kader dan simpatisan. Dalam Acara Milad PKS Ke – 13 di Gelora Bung Karno, Ahad 17 April 2011.


Sumber: http://pk-sejahtera.org
Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris
Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13 di Gelora Bung Karno, 17 April 2011 lalu memberikan kesan mendalam pada Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris yang menjadi tamu undangan istimewa PKS pada acara tersebut. Uddin mengatakan, “Acara milad PKS ke-13 hari ini adalah pertemuan paling besar yang saya hadiri. Banyak perempuan dan anak yang hadir, saya terharu, bangga, dan berdebar-debar”, katanya mengungkapkan perasaannya.

Pernyataan Uddin tersebut terungkap dalam acara Dialog yang diikuti oleh Pengurus Bidang Perempuan PKS dan Pengurus Pusat Persaudaraan Salimah dengan beliau Ahad malam, 17 April 2011.  Dalam dialog tersebut, Uddin menceritakan tentang pengalamannya selama 34 tahun berjuang dalam kancah politik di Inggris. Perempuan muslim pertama yang menjadi anggota parlemen di Inggris ini konsisten memperjuangkan tiga hal, yaitu  kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Sebagai seorang keturunan Bangladesh yang hidup di Inggris sebagai minoritas, ibu lima anak ini terpanggil untuk membuat perubahan, terutama perubahan keadilan untuk minoritas. Melalui yayasan atau lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama beberapa aktivis lainnya, perempuan yang telah bergelut di dunia politik sejak era tahun 70 an ini, melakukan pemberdayaan kepada perempuan-perempuan muslim di Inggris.


Di awal kiprahnya, Uddin bercerita bahwa ia melakukan pelatihan tentang manajemen waktu pada perempuan-perempuan muslim. Menurut politikus dari partai buruh ini, manajemen waktu adalah hal yang penting ketika seorang perempuan muslim ingin berkiprah di ranah publik. Perempuan muslim di Inggris harus padai mengatur waktunya dengan baik agar kewajiban rumah tangga tetap bisa dijalankan dengan baik, sementara kiprah di publik pun juga tertangani. Apalagi kultur di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia. Mayoritas keluarga muslim di Inggris tidak memiliki asisten rumah tangga sebagaimana di Indonesia. Kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan suami pun perlu dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Uddin dengan suaminya ketika ia berkiprah di publik.


Acara dialog yang dimoderatori oleh Ledia Hanifa, Anggota legislatif DPR RI ini berlangsung hidup dan interaktif. Selain mendengarkan penjelasan dari Uddin,  Anggota LSM Autism Speak di Inggris pun meminta peserta dialog menceritakan perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan di Indonesia, termasuk bagaimana menghadirkan begitu  banyak perempuan dan anak-anak di Gelora Bung Karno pada Milad ke -13 tersebut. Terlihat Uddin sangat terkesan terhadap kiprah perempuan PKS. Subhanalloh, hal ini benar-benar memberikan apresiasi dan penambah semangat bagi kader-kader perempuan PKS. Pertemuan di akhiri dengan pemberian kenangan-kenangan dan foto bersama (NHA).


Sumber: http://pk-sejahtera.org
Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan PKS
Jakarta – Keluarga Indonesia rapuh! Mungkin kalimat ini terdengar hiperbola, berlebihan, tetapi kalau ditilik kembali, sesungguhnya mengandung kebenaran. Tengoklah data perceraian  akhir-akhir ini. Pasca reformasi, angka perceraian naik hingga 4 sampai 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Di tahun 2009, tercatat 250 ribu perkara perceraian. Jumlah tersebut sebanding dengan 10% dari pernikahan di tahun tersebut. Ironisnya, mayoritas (70%) kasus perceraian di pengadilan agama adalah gugat cerai. Artinya istri yang meminta cerai. Dibandingkan negara-negara Islam di dunia, tingkat perceraian di Indonesia paling tinggi setiap tahunnya. Fenomena apa ini?

Jika ditelusuri lebih lanjut, banyak faktor pendukung kekokohan keluarga yang belum sepenuhnya didapat oleh keluarga Indonesia. Masalah ekonomi, misalnya, masih banyak keluarga Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. BPS menyebutkan angka kemiskinan 2010 tidak banyak berubah dibandingkan 2009, yaitu 14,15%. Pembekalan calon pasangan yang akan menikah terhadap materi bagaimana membentuk keluarga yang solid, kokoh, sakinah mawaddah warahmah juga masih minim. Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 7 menit pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan, itu pun dilakukan  saat berhadapan dengan penghulu. Bandingkan dengan di Eropa, pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan setara dengan kuliah satu semester.

 Tak dipungkuri, lemahnya institusi keluarga telah menimbulkan permasalahan lain, seperti meningkatnya remaja yang melakukan seks bebas. Survei yang dilakukan BKKN pada akhir 2008 menunjukkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Penelitian lain yang dilakukan oleh seorang ginekolog juga menyebutkan bahwa 42,3% remaja SMP dan SMU di Jawa barat melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka melakukannya berdasarkan rasa saling suka tanpa paksaan. Kondisi itu, tak pelak lagi juga dipengaruhi oleh maraknya pornografi.  Sangat menyesakkan jika kita mengamati betapa pornografi telah menyerang keluarga dan anak-anak Indonesia. Tak pandang bulu, pornografi bisa menjebak siapa saja. Data mencatat 12% situs di dunia mengandung pornografi. Setiap hari 266 situs porno baru muncul dan kini ada sekitar 372 juta halaman website mengandung pornografi. Pengguna internet yang melihat pornografi tercatat, 28.258 pengguna. Selain itu, rapuhnya ikatan keluarga juga menjadi salah satu faktor terjerat remaja dalam jaring narkoba. Diperkirakan 14 ribu (19%) remaja Indonesia menggunakan narkoba. Menyedihkan!

 “Kondisi di atas tentunya sangat memprihatinkan. Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara kokoh, kuat, dan eksistensinya dihargai  oleh dunia internasional jika sel pertama dalam masyarakat, yaitu keluarga, tak memiliki lingkungan dan daya dukung untuk kokoh dan kuat?”, kata Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera miris.  Melihat fakta dan data tersebut, dan dalam rangka memaknai milad PKS ke-13 dan Hari kartini 2011,  Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera terpanggil untuk mengajak semua pihak memperhatikan persoalan ini. “Mari kita bergandengan tangan dan  menguatkan komitmen untuk mengokohkan keluarga Indonesia, kita mencintai negeri ini maka kita harus mencintai keluarga Indonesia, karena dari kekokohan keluarga lah terbentuk negara yang kokoh”, demikian ajak Anis.

Sumber: http://pk-sejahtera.org
Jakarta (17/4) : Kedatangan Sule "Prikitiw" langsung disambut heboh massa di GBK. Massa yang membludak langsung berdiri semangat menyambut Sule.

" Selamat Ulang Tahun yang ke 13 PKS," ucapnya.

Sule membuka perjumpaan dengan massa PKS dengan mengucapkan selamat milad ke-13. Kontan para kader dan simpatisan yang langsung menyambutnya dengan penuh kegembiraan.

Pelawak Opera Van Java ini selanjutnya mengajak massa untuk yang melaut ini untuk mebuat gelombang keadilan. Tanpa dikomando lagi massa langsung bersemangat menyambut seruan Sule.

" Demi PKS, saya membatlakan acara saya ke Semarang, " lanjutnya yang disambut tepuk tangan meriah oleh massa yang hadir.

Loh, memang ada acara di Semarang? " Lagian, ngapain juga saya ke Semarang, gak ada yang ngundang," spontan Sule menjawab pertanyaan MC. Massa menyambut dengan gelak tawa yang membahana.

" Saya datang kemari karena saya ingin mendukung upaya PKS dalam memajukan bangsa," lagi-lagi massa menyambut dengan tepuk tangan yang lebih meriah.

Terakhir Sule menyapa semua duta besar yang hadir dengan logat Inggris dan Arab yang dimain-mainkan. Sambutan heboh kembali terjadi saat Sule membacakan nama Dubes Palestina.

Awas ada Sule!!!! Prikitiwww!!!

Sumber: http://pks-jakarta.or.id
Jakarta - Meskipun didera berbagai isu dan fitnah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menegaskan di usia ke-13 partai yang dipimpinnya tetap solid, hambatan maupun dahsyatnya guncangan atas partai tersebut.


"Kita belum pernah mengalami kemunduran," katanya kepada puluhan ribu kader, anggota, dan simpatisan PKS saat memperingati Milad ke-13 PKS di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, siang ini.

Meskipun stadion Gelora Bung Karno memiliki kapasitas hanya 150.000, namun yang hadir dalam Milad PKS ke-13 ini mencapai 300.000-an. Sehingga antrean parkir mobil pengantar kader PKS tersebar hingga ke depan gedung DPR RI, BPK, BEI, Senayan City, dan Radio Dalam.


Pada acara yang juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS mengatakan pertumbuhan dan pertambahan kader serta perolehan suara partainya tidak luput dari kerja keras.

Luthfi menyatakan tantangan, ujian, cobaan, dan gangguan, betapapun dahsyatnya guncangan itu tidak akan melahirkan apapun kecuali kekokohan partai.

"Untuk itu bagi para pengganggu kita akan selalu meneriakkan dan kita hadapi bersama segala ancaman dan tantangan yang akan berlangsung terus hingga 2014," katanya.

Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan PKS untuk merapatkan barisan, mengokohkan pegangan kepada nilai-nilai yang sudah diperjuangkan bersama yaitu nilai-nilai universal yang sudah diterima dan perjuangkan oleh bangsa Indonesia.

Ia juga menanyakan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS yang memadati Gelora Bung Karno, haruskah kader PKS menghindar dari berbagai tantangan dan hambatan yang menghalang.

"Jawabannya kita akan menghadapi gangguan dan ancaman kita tidak akan menelisik orang lain tapi kalau kita dihadapkan pada gangguan itu akan kita hadapi," ujar Luthfi.

Sumber: http://www.bisnis.com
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mengingatkan seluruh kader dan simpatisan partainya untuk tetap solid dalam keadaan apapun. Berbagai macam masalah dan isu yang menerpa PKS belakangan ini dianggapnya hanyalah bagian dari cobaan partainya yang beranjak dewasa.

"PKS kan usianya 13 tahun, sudah puber mulai banyak yang godain. Kalau salah-salah merespon bisa juga jatuh,kalau positif meresponnya, banyak pasangannya. Itu biasa, dalam kompetisi merebut simpati masyarakat dan publik untuk merebut suara 2014," kata dia usai perayaan ulang tahun ke-13 PKS di Gelora Bung Karno, Minggu 17 April 2011.

Dalam orasinya di hadapan hampir 100 ribu kader dan simpatisan PKS siang tadi, Luthfi menyebut partainya saat ini sedang diguncang banyak masalah dan menjadi sorotan. Namun betapa pun dahsyatnya guncangan itu, tidak akan menyebabkan apapun kecuali soliditas dan kekokohan partai serta kecemerlangan kader-kadernya dalam menjalankan misinya.

Namun Luthfi tetap mengingatkan kadernya untuk waspada pada setiap cobaan. Ia meminta kader merapatkan barisan dan terus mengokohkan persatuan. “Gelombang itu mulai terlihat, fitnah mulai ditebarkan, dan jebakan-jebakan sudah mulai dipasang. Ini akan terus berlanjut terus hingga 2014 nanti,” ujarnya.

Puluhan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera membanjiri Gelanggang Olah Raga Bung Karno Senayan, sejak Ahad pagi 17 April 2011. Mereka datang untuk merayakan Milad ke-13 PKS.

Gelora Bung Karno yang berkapasitas 80 ribu orang itu tampak dipenuhi kader partai dakwah tersebut. Kehadiran kader dan simpatisan PKS dari berbagai tempat itu membuat gelanggang olah raga ini didominasi warna putih, sesuai dengan warna pakaian yang mereka kenakan.

Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin bersama Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menaiki mobil berkeliling lapangan menyapa semua kader dan simpatisan PKS, diiringi sejumlah petugas keamanan internal PKS. Sambil melambaikan tangan keduanya tersenyum sumringah di tengah terik matahari.

Dalam acara ini tampak hadir sejumlah pimpinan partai lain. Seperti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Sejumlah petinggi PKS yang hadir di antaranya Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta serta mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid. (MUNAWWAROH)

Sumber: http://www.tempointeraktif.com
JAKARTA - PKS Rayakan Milad ke-13, SBY Hanya Titip Salam. Momentum milad atau hari jadi ke-13 menjadi ajang unjuk pengerahan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di depan ratusan ribu kadernya, Dewan Pengurus Pusat PKS menunjukkan betapa serangan-serangan pihak luar kepada PKS semakin kencang. Hal itu menunjukkan bahwa eksistensi PKS sebagai partai besar makin diakui.

"Ada sejumlah angin yang mulai menerpa PKS. Ini tantangan yang kita hadapi saat partai kita mulai meninggi," kata Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS saat berpidato di depan ratusan ribu kader PKS, di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (17/4).

Menurut Luthfi, tantangan yang dialami PKS saat ini bisa diibaratkan angin. Dalam beberapa kesempatan, ada angin yang datang menyejukkan. Namun, dalam kesempatan lain, ada angin yang justru menggoyang, bahkan mencoba memporak-porandakan tatanan di internal PKS. "Angin itu menjadi turbulensi bagi kader dan tokoh PKS, hal itu justru semakin mematangkan kita dalam berpolitik," ujarnya.

Luthfi mengklaim, selama 13 tahun berkiprah di politik kenegaraan, PKS adalah satu-satunya partai yang belum pernah mengalami kemunduran. Indikatornya sangat jelas, raihan suara PKS selalu naik di setiap gelaran pemilihan umum tingkat nasional. "Selama orde baru dan reformasi, tak ada partai besar yang tidak didukung penguasa, mesin uang dan tokoh besar, terkecuali pada PKS," ujarnya.

Besarnya PKS saat ini, kata Luthfi, berkat kerja bersama para kader se-Indonesia. Luthfi mengingatkan kepada seluruh kader untuk tidak terlena. Perjuangan meraih target tiga besar di pemilu 2014, menuntut kerja keras para kader PKS. "Tantangan saat ini akan semakin menguatkan soliditas serta kecemerlangan kader dan tokoh PKS," ujarnya.

Berdasarkan informasi panitia, Milad ke-13 PKS itu setidaknya dihadiri 300 ribu kader dari berbagai daerah. Sejak pagi hari, ratusan bus carteran kader PKS berduyun-duyun mendatangi kompleks GBK di Senayan, Jakarta. Banyaknya kader PKS yang datang itu menyebabkan kemacetan parah di sekitar Senayan.

Di luar kader PKS, hadir Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Sejumlah duta besar negara sahabat, seperti Australia, Turki, Irak, Kuwait, Iran, Inggris, Yaman, Palestina, dan Mesir juga turut meramaikan milad ke-13 PKS.

Hanya saja, milad ke-13 PKS itu tidak dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat dikonfimasi usar acara, Luthfi menyatakan bahwa Presiden sejatinya diundang dalam acara hari jadi PKS itu. Namun, Presiden berhalangan hadir, dan hanya menitipkan pesan yang disampaikan kepada dirinya. "Beliau mengucapkan salam, dan mendoakan PKS agar jaya di masa mendatang," kata Luthfi.

Menurut Luthfi, Presiden ternyata sudah mempunyai agenda yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Dirinya tidak mengetahui pasti acara apa yang dihadiri Presiden dalam waktu yang sama. "Beliau sudah ada agenda di luar kota. Ketidakhadiran beliau ini juga bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan," tandasnya. (bay)

http://www.jpnn.com
Khairurrizqo
Jakarta - Paling tidak ada 2 kejadian beruntun yang 'mengarah' langsung atau tidak langsung kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS); Pertama, kasus Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan (PK) –awal mula PKS- yang memperkarakan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ke Badan Kehormatan DPR RI. Selain itu, Yusuf –yang telah dipecat sejak tahun 2009 dari PKS karena alasan indisipliner ini- juga membuka beberapa tuduhan mengenai keterlibatan Sekjen PKS Anis Matta dalam penggelapan uang serta sikap Yusuf yang menolak PKS menjadi partai terbuka. Kedua, dan ini yang menghebohkan, adalah kasus Arifinto, anggota DPR RI dari PKS yang tertangkap kamera diduga sedang menonton video porno pada saat berlangsungya sidang paripurna.

Tulisan ini mencoba melakukan analisa –berdasarkan kasus-kasus tersebut- mengenai risiko yang ditempuh sebuah gerakan ketika mereka memutuskan untuk masuk ke dalam lingkaran 'politik praktis'.

Dari pengalaman di Indonesia misalnya, beberapa gerakan Islam gagal menghadapi tantangan politik. Beberapa partai Islam kalah dalam proses politik yang fair dan elegan, tetapi –dan ini yang jarang diulas- partai Islam seringkali kalah, bukan karena tidak mampu mendulang suara, tapi gagal menghindar dari fitnah lawan politik yang berujung pada 'pembredelan' partai tersebut oleh penguasa, baik langsung maupun tidak langsung. Masyumi di era Orde Lama dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di awal era Orde Baru menjadi bukti gagalnya gerakan Islam menghadapi cobaan demokrasi. Bagaimana dengan PKS?

Cobaan Demokrasi

Demokrasi adalah pasar bebas politik. Semua ide dan gagasan ditawarkan di sini, dalam berbagai bentuknya. Pembelinya adalah rakyat. Rakyat yang akan menilai gagasan apa yang layak dibeli, dan gagasan mana yang sebaiknya dibuang. Maka tugas partai adalah mengemas gagasan itu dengan bentuk terbaik, sehingga tampak menarik untuk dijual dan ada kemungkinan untuk 'laku' di pasaran politik.

Dalam tataran ideal, demokrasi yang tak ubahnya seperti pasar ini justru menjadi masalah, karena menjadi absurdnya kebenaran dalam politik. Hal ini paling tidak didasari oleh beberapa hal; pertama, kebenaran, seringkali kemudian menjadi domain partai atau koalisi partai mayoritas. Inilah kebenaran politik, yang belum tentu merupakan kebenaran hukum, dan apalagi kebenaran agama. Demokrasi, dalam istilah lainnya, kemudian menjelma menjadi peraturan tentang kemenangan 51 persen atas 49 persen, sesuatu yang oleh Alexis de Tocqueville disebut sebagai 'tirani mayoritas'.

Kedua, gagasan tentang apa itu 'kebenaran dalam politik' berbeda antara satu partai dengan partai lain. Persamaannya, adalah semua partai meyakini bahwa untuk membuktikan sejauh mana kebenaran gagasan mereka, yang harus dilakukan rakyat adalah memilih mereka untuk berkuasa di lembaga negara. Gagasan kebenaran politik dalam bentuk 'ideologi partai' ini kemudian menjadi semacam karakter yang membedakan antara satu partai, dengan partai lainnya.

Ketiga, Dengan analogi pasar bebas dan kebenaran yang absurd, maka persaingan menjadi sedemkian bebas. Dalam konteks ini, kita bisa memahami mengapa konotasi term 'politik' menjadi bernilai 'negatif'. Tak lain karena, demokrasi hampir-hampir memberi jalan bagi partai politik untuk merebut kekuasaan dengan segala cara. Toh, benar salahnya cara  yang ditempuh, akan masuk dalam perdebatan politik, bukan justifikasi hukum. Inilah cobaan demokrasi, yang segera kemudian menjadi mekanisme seleksi alamiah; yang mampu beradaptasi akan terus bertahan. Yang gagal, segera masuk kotak.

Reformasi 1998 membawa Indonesia untuk 'belajar kembali' tentang demokrasi, setelah pernah diaplikasikan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 1955. Dalam kondisi inilah, PKS muncul (sebelumnya PK) dengan menawarkan gagasan Islam sebagai landasan ideologi. Diisi dominan oleh orang-orang dengan latar belakang aktivis Islam kampus, idealisme dan ide Islam Politik kemudian menjadi 'dagangan' PKS dalam menjual gagasannya kepada rakyat.

Namun, lazimnya partai lain yang terus eksis, PKS pun tidak lepas dari cobaan demokrasi. Cobaan yang dihadapi adalah bagaimana mengejawantahkan ideologi partai dalam tindakan nyata di ruang publik. Dengan kata lain, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana 'kebenaran politik versi PKS' menjadi 'kebenaran politik' yang diyakini juga oleh masyarakat. Hal ini nampaknya menghadapi beberapa kendala tertentu;

Pertama, adalah upaya PKS untuk memperluas basis pemilih (kader dan simpatisan). Selama ini PKS dianggap masih berada di 'kanan' dengan basis agama yang kuat, dan belum mampu bergeser ke 'tengah' untuk menggaet masa Nasionalis. Pilihan strategi yang diambil pun tidak main-main; menjadi partai terbuka. Pilihan cerdas sekaligus kontroversial; di satu sisi PKS harus mampu mengemas gagasan ideologi mereka sedemikian rupa untuk meraih simpati massa kelompok nasionalis, di sisi lain PKS juga harus menjelaskan pilihan untuk 'terbuka' ini pada kader dan simpatisan mereka yang kebanyakan adalah kelompok Islam loyalis. Pada titik inilah soliditas PKS sebagai partai kader diuji.

Kedua, adalah cobaan demokrasi bernama kekuasaan. Dalam hitung-hitungan koalisi, praktis PKS adalah partai yang menempati pos menteri terbanyak setelah Partai Demokrat, sebanyak 4 menteri. Tentu saja ini berkah sekaligus cobaan. Dari sisi internal, kader PKS harus mampu untuk 'menahan diri' terhadap godaan kuasa yang biasanya mendatangkan harta. Jabatan politik, seharusnya berdampak strategis bagi konstituen PKS secara keseluruhan, bukan lahan pembagian jabatan dan proyek-proyek besar. Secara internal, godaan-godaan 'dunia' ini harus diantispasi oleh kader-kader PKS.

Ketiga, adalah cobaan demokrasi berwujud koalisi. Sebagai partai pendukung pemerintahan, PKS dihadapkan pada dilema dalam menentukan sikap. Di satu sisi, PKS mempunyai idealisme tersendiri berdasarkan platform ideologi yang menjadi dasar gerakan, namun di sisi lain PKS –sebagai mitra koalisi- dihadapkan pada tuntutan untuk mendukung kebijakan pemerintah. Dua hal ini seringkali tidak seiring sejalan. Namun, patut diapresiasi ketika dalam beberapa kasus, PKS konsisten dalam  mempertahankan sikapnya 'berbeda jalan' dengan pemerintah.

Badai Pasti Berlalu?

Dalam bukunya Dari Gerakan ke Negara, Sekjen PKS Anis Matta sudah memberikan 'early warning' terhadap pilihan gerakan tarbiyah –cikal bakal PKS- untuk masuk dan terlibat dalam demokrasi. Dalam buku tersebut, Anis mewanti-wanti kader PKS untuk siap menghadapi era demokrasi dan keterbukaan, di mana 'kebenaran dan kebathilan sama-sama bersaing untuk meraih simpati masyarakat'. Maka di era persaingan politik ini menurut Anis, yang harus dilakukan kader PKS adalah 'membuktikan bahwa yang benar di mata Islam adalah benar juga di depan hukum, dan apa yang salah menurut Islam adalah juga salah menurut hukum yang berlaku'.

Seperti jamaknya ajaran agama, bahwa siapa mampu menghadapi cobaan, maka sesungguhnya Tuhan sedang mengujinya untuk membuat ia tangguh. Tapi, barangsiapa gagal menghadapi cobaan -sesuai kadarnya- maka sesungguhnya ia telah gagal mencapai derajat keimanan. Analogi ini tepat untuk PKS. Pilihannya sederhana; jika sukses menghadapi 'cobaan demokrasi' ini, maka PKS akan semakin kuat dan beranjak menjadi salah satu kekuatan politik utama di Indonesia, sebaliknya jika gagal, maka PKS mengikuti pendahulunya partai-partai Islam yang 'masuk kotak', justru karena demokrasi.

Di atas itu semua, patut diapresiasi pilihan politik PKS untuk 'berani bertarung' dalam Demokrasi. Ketika beberapa gerakan Islam lainnya justru tidak berani berpolemik dalam politik, PKS justru masuk dalam politik praktis. 'Percuma saja berlayar, kalau takut Gelombang' begitu mungkin gubahan yang tepat. Maknanya; 'Buat apa punya cita-cita perubahan, kalau takut menghadapi cobaan demokrasi?'

*) Khairurrizqo adalah mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia dan peneliti budaya politik di Hikaam Institute Jakarta. (vit/vit)

Sumber: detik.com
Jakarta - Hari ini, Majelis Syuro PKS menggelar rapat di kantor DPP PKS bersama sekitar 90 kadernya. Terkait kontrak koalisi, dalam rapat yang dimulai sejak siang tadi Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan pembahasan kontrak masih dalam proses pemaparan.

"Kami masih dalam proses. Sampai magrib baru sampai pemaparan. Pembahasannya sudah tentu agak panjang karena anggotanya berjumlah 90 orang. Masing-masing punya hak untuk komentar. Kemungkinan tidak selesai malam ini karena jumlah mereka banyak," kata Luthfi kepada wartawan di gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/4).

Luthfi menambahkan, keputusan akhir dari kontrak koalisi tidak akan disampaikan ke publik sebelum hasilnya disampaikan ke Presiden SBY. Surat yang akan diputuskan oleh Majelis Syuro esok akan diberikan kepada SBY dalam bentuk surat tertutup.

"Setelah dirumuskan baru akan diputuskan sikap kami. Semua keputusan akan disampaikan langsung ke SBY dalam surat tertutup. Jadi, tidak dibuka ke publik karena ini masalah internal PKS dan SBY. Kami enggak akan buka sikap kepada publik sebelum itu sampai ke SBY. Setelah sampai di SBY, kemudian kami tunggu respon beliau. Mungkin beliau akan merespons secara tertutup atau terbuka. Kalau sudah dari pihak SBY merespons, kami sepakati mana yang dibuka dan yang ditutup. Nanti, kami akan beri keterangan pers mana yang akan dibuka," ujarnya.

Luthfi mengelak bahwa Majelis Syuro PKS dikatakan tidak nyaman dengan draf kontrak baru koalisi tersebut. PKS ingin mengetahui kedudukan hukum dari hak prerogatif presiden dengan hak konstitusional DPR. Hak prerogatif presiden pun tidak bisa sebagai gurauan dan manuver politik.

"Bukan ketidaknyamanan. Kami pahami dan coba pahami dari konstruksi hukumnya. Konteks nyaman enggak nyaman itu relatif. Selama ini hak yang dilindungi itu jadi tema pembicaraan semua politisi kita, seolah-olah hak prerogatif bukan atas tekanan siapapun. Jangan dijadikan bahan gurauan, manuver politik, ancam-mengancam itu enggak bisa. Itu bukan kewenangan pihak lain. Itu murni hak presiden. Kalau hak presiden diobok-obok ini bertentangan dengan UU. Ini bukan berarti akan mereduksi hak konstitusi dalam politik dan demokrasi, bukan membungkam anggota dewan. Mereka memiliki hak mengkritisi. Ini tetap diakui dan dijalankan," katanya.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan bahwa harus ada kesepakatan pembicaraan tentang tema yang harus kompak dengan koalisi dan pembicaraan yang bebas dari koalisi. (OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com
Jakarta - Polri merilis nama-nama korban luka akibat ledakan bom di masjid lingkungan Markas Kepolisian Resor Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4). Bom melukai 26 orang.

Berikut nama-nama yang disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Bachrul Alam:


1. Kapolres Cirebon Kota AKBP Herukoco

2. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Kompol Suhadi

3. Kepala Satuan Intelijen Keamanan AKP Singgih

4. Bripda Anton Helmi

5. Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Kurnia

6. Kepala Unit Profesi dan Pengamanan Ipda Budi Hartono

7. Iptu Harsita

8. Aiptu Sukirno

9. Aiptu Tata Kurniawan

10. Aiptu Yon Patriono

11. Briptu Septian

12. Briptu Devan

13. Aipda Durahim

14. Pengtu Mashuri

15. Pendatu Teten Rustendi

16. Pendatu Dedi

17. Briptu Sugiarto

18. Ipda H Mukali

19. Briptu Heri

20. Briptu Ade Kartiwa

21. Aiptu Edi Heryadi

22. Pekerja Harian Lepas, Yadi

23. Bripda Asnawi Latif

24. Pedagang Rahmat Sunyoto

25. Bripka Suratmoko

26. Bripka Rozak

Kapolresta Cirebon kini dirawat di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Korban lain dirawat di RS Pelabuhan Cirebon, dan RS terdekat lainnya. Rata-rata korban terkena ledakan bom yang berisi, di antaranya paku dan baut.

Bom meledak sekitar pukul 12.20 WIB. Pelaku diduga menempelkan bom di tubuhnya. Ia ikut salat Jumat dan mengambil posisi di dekat Kapolresta. Pelaku dipastikan tewas. Polisi kini menyelidiki identitas pelaku bom tersebut.(Satwika)

Sumber: http://www.metrotvnews.com
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera mengaku prihatin atas kasus bom bunuh diri yang meledak di Masjid Adz Zikro, Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011) pukul 12.20 WIB tadi. Ledakan tersebut menewaskan pelaku dan melukai puluhan orang, termasuk Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Herukoco.

"Kami turut berbelasungkawa kepada korban dan merasa sangat prihatin atas kejadian ini," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/4/2011) malam. Luthfi mengharapkan agar polisi dapat segera membongkar pelaku di balik kasus tersebut.

Menurutnya, saat ini kasus bom telah banyak meresahkan masyarakat. "Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kepolisian segera membongkar berbagai kejadian dan tragedi yang menimpa di negeri kita," harap Luthfi.

Sementara itu, hal yang sama diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring. Menurut mantan Presiden PKS itu, saat ini yang terpenting adalah mengusut tuntas pelaku di balik pengeboman tersebut.

"Saya mengimbau, dalam kasus tersebut jangan dikaitkan dengan agama atau dengan sebagainya agar masyarakat tidak mudah terprovokasi," ujar Tifatul.

Seperti diberitakan, pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya di Masjid Mapolresta Cirebon sekitar pukul 12.20 saat shalat Jumat akan dimulai. Pelaku tewas di tempat dengan luka di perut. Sementara itu, korban luka dilaporkan mencapai 25 orang, termasuk di antaranya Kapolresta Cirebon.

Sumber: http://kompas.com
Sekjen PKS, Anis Matta
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimis justru akan mendulang suara terbanyak di Pemilu 2014 mendatang.

Kasus kadernya Arifinto diprediksi tidak akan mempengaruhi elektabilitas PKS, justru karena sikap gentelmen kadernya itu perolehan suara PKS bakal melonjak.

“Saya yakin apa yang dilakukan Arifinto akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi PKS di 2014 mendatang,” tutur Sekjen PKS, Anis Matta, saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4).

Menurut Anis, hal tersebut sangat diyakini karena masyarakat menyaksikan dua hal atas kejadian Arifinto. Pertama sistem orang PKS bekerja dengan sangat efektif. Kedua, tanggung jawab moral yang tinggi dipegang tokoh-tokoh PKS.

“Saya percaya momentum ini justru akan memberikan mailstone penting bagi peningkatan suara PKS di 2014,” pungkasnya.(prihandoko/sir)

Sumber: http://pk-sejahtera.org
Jakarta - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengakui bahwa partainya adalah satu-satunya anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi pendukung pemerintah yang belum menandatangani draf kontrak baru koalisi. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika ini, PKS masih mempertimbangkan draf tersebut.

"Ada satu usulan revisi dari PKS," kata Tifatul kepada para wartawan di Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Ketika ditanya soal usulan revisi tersebut, Tifatul enggan mengatakannya. "Itu hanya perubahan saja. Kalau (dulu) nuansa umumnya 'benci atau rindu', sekarang 'ku ingin bersamamu selamanya'," kata Tifatul.

Tifatul membantah bahwa PKS keberatan soal kewenangan Presiden dalam merombak susunan kabinet yang tercantum pada draf kontrak koalisi baru tersebut. "Tanpa itu pun, Presiden bisa me-reshuffle kapan saja. Tidak ada kontrak, jika Presiden ingin reshuffle, ya tinggal reshuffle saja," katanya.

Ketika ditanya kabar bahwa Ketua Majelis Syuro PKS Ustaz Hilmi Aminuddin telah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Setgab, Tifatul tak menjawabnya. "Saya kurang tahu. Saya, kan, di Kemkominfo," katanya singkat.

Secara terpisah, anggota Majelis Syuro PKS lainnya, Hidayat Nur Wahid, mengungkapkan, rapat Majelis Syuro akan digelar Jumat-Sabtu mendatang. Jadwal rapat kali ini dipercepat dari jadwal semula karena ada sejumlah persoalan yang mendesak untuk dibicarakan. Salah satunya membahas ketentuan kontrak baru koalisi.

"Besok itu agenda yang utama sesungguhnya pertama kali bukan terkait dengan masalah surat-suratan itu. Agenda utama terkait dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai untuk verifikasi parpol di 2014, harus dilakukan pengesahan AD/ART. Atas dasar itulah akan dibentuk struktur partai dan sebagainya, sesuai dengan UU tentang partai politik dan pemilu yang terbaru dan itu harus dilakukan sekarang karena tenggat untuk verifikasi itu adalah bulan Agustus," katanya.

"Tetapi agenda koalisi, mengikut berikutnya, ya nanti bagaimana hasil berikutnya, tunggu saja hari Sabtu," tambah Hidayat.

Sumber: http://kompas.com
Jakarta - Arifinto,kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mundur dari keanggotaannya di DPR setelah tepergok sedang membuka video porno saat sidang paripurna, kebanjiran pujian.

Para koleganya di Parlemen dan kalangan LSM menilai sikap legawa Arifinto yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan layak ditiru oleh pejabat atau penyelenggara negara lain yang merasa telah mengkhianati amanat rakyat. Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menghargai dan mengapresiasi keputusan anggota DPR dari Fraksi PKS Arifinto yang mundur dari jabatannya setelah ketahuan menonton video porno saat sidang paripurna DPR.

Lukman mengatakan, keputusan Arifinto mundur dari DPR patut dihargai sebagai bentuk dan sikap yang bertanggung jawab.Karena itu, sikap sportif seperti yang ditunjukkan Arifinto itu perlu dicontoh pihak lain. “Dia sudah mengakui kesalahannya dan dengan kesadarannya mundur dari jabatannya anggota Dewan. Ini tidak mudah saya rasa.Karena itu, sikapnya yang jujur dan bertanggung jawab itu perlu dicontoh anggota Dewan lainnya,” katanya di Jakarta kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Burhanuddin Muhtadi juga mengapresiasi keputusan cepat yang diambil Arifinto. Sikap tersebut setidaknya bisa menyelamatkan muka Parlemen dan PKS. ”Kita harus menghargai dan menghormati pengunduran dirinya. Itu b e n t u k tanggung jawab Arifinto. Namun, dia bisa melokalisasi persoalan untuk dirinya sendiri sehingga tak merembet ke partainya maupun ke lembaga DPR,”katanya.

Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini juga mengingatkan agar apa yang dilakukan Arifinto seharusnya dijadikan pelajaran berharga bagi anggota DPR lain sehingga kejadian yang memalukan itu tidak terulang lagi. Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray menilai apa yang dilakukan Arifinto sesungguhnya tidak sefatal kasus lain yang juga melibatkan anggota DPR.

Karena itu, langkah Arifinto harus menjadi contoh para anggota Dewan lain yang juga bermasalah. Sementara itu, Fraksi PKS DPR menghargai langkah Arifinto. “Dia telah membangun kultur baru di perpolitikan Indonesia yaitu siap mundur secara sukarela untuk menunjukkan tanggung jawab kepada publik,”ujar Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal. Dia juga menilai Arifinto telah bersikap kesatria. Mustafa pun berharap publik dapat berempati terhadap kehidupan pribadi Arifinto dan keluarganya. _ rahmat sahid

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com
Fuad Rumi Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI)
Arifinto, anggota DPR dari Fraksi Keadilan Sejahtera akhirnya menyatakan diri mundur sebagai wakil rakyat. Sikap itu diambilnya sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban moral karena sebelumnya ia tertangkap kamera wartawan melihat video porno pada perangkat tablet pribadinya, saat Sidang Paripurna DPR berlangsung hari Jumat 8 April lalu.

Seperti kita ketahui dalam pemberitaan yang segera merebak ketika itu, Arifinto lalu mendapat pemberitaan publik yang gencar.

Arifinto sendiri mengatakan bahwa video porno yang dilihatnya adalah kiriman seseorang melalui alamat emailnya.

Tulisan ini tidak ingin mengulas duduk perkara kejadian itu sendiri, tetapi ingin bertolak dari keputusan mundur Arifinto sebagai anggota DPR atas kejadian tersebut.

Sehubungan dengan "kecelakaan" ini, Arifinto telah menunjukkan sebuah sikap yang baik dan tepat. Arifinto menunjukkan sebuah pertanggungjawaban moral akibat keteledoran yang telah dilakukannya.

Arifinto tidak ingin membiarkan media dan publik berlama-lama menguras energi mengecam dirinya. Ia segera mengambil keputusan ksatria, mundur.

Sesungguhnyalah di balik keputusan itu ada sebuah makna penting yang perlu ditangkap sebagai pesan oleh para wakil rakyat lainnya, dan juga para elite pemimpin negeri ini. Pesan itu adalah tentang kesatriaan untuk mundur dari kedudukan manakala telah melakukan pelanggaran hukum dan etika atau tidak lagi mampu mengemban amanah yang dipikul.

Di negeri kita, mundur dari jabatan sebagai pertanggungjawaban moral adalah sesuatu yang belum pernah terjadi. Jika di negara lain, ada pejabat yang meletakkan jabatan atau bahkan bunuh diri sebagai wujud tanggung jawab moralnya, maka di negeri kita tidak pernah ada. Kata sementara elite yang dalam wilayah tanggung jawab moralnya pernah ada kejadian yang seharusnya membuat ia malu dan mundur, sembari senyum hanya mengatakan ah itu bukan budaya kita.

Karena itulah, momentum mundurnya Arifinto sebagai wakil rakyat, patut kita garisbawahi sebagai sebuah kesadaran baru yang seharusnya juga dimiliki oleh para elite kita, siap mundur jika tidak mampu atau melanggar etika dalam menjalankan amanah, apalagi jika melanggar hukum. Jika dalam pemilukada dan pilpres ada jargon populer siap kalah dan siap menang, maka seharusnya juga ada jargon siap mundur jika tak mampu memanggul amanah.

Mundurnya Arifinto sudah barang tentu setelah melalui proses konsultasi dengan partainya sendiri, PKS. PKS sendiri sebagai partai dengan slogannya yang terkenal, Bersih dan Peduli, mendapatkan ujian besar dengan insiden Arifinto itu. Konsistensinya terhadap jargon tersebut ditagih masyarakat dengan adanya kejadian tersebut.

Akhirnya, jawaban sudah diberikan. Arifinto minta maaf dan menyatakan diri mundur. Itu, sekali lagi, adalah jawaban konsistensi dan kesadaran akan tanggung jawab moral yang ditunggu masyarakat. Harapan selanjutnya ialah agar konsistensi dan tanggung jawab moral itu terus dipegang teguh sebagai sebuah prinsip oleh PKS.

Akhirnya penting digarisbawahi bahwa kejadian itu sebenarnya dan hakikatnya bukan hanya berkenaan dengan Arifinto seorang. Di negeri ini, betapa banyak elite yang sebenarnya telah menginjak-injak hukum dan mengoyak etika, hanya saja tidak "tertangkap kamera". Dalam konteks itulah, pengunduran diri Arifinto diharapkan menjadi sebuah kesadaran baru, dimana para elite pengemban amanah publik negeri ini mau menunjukkan sikap ksatria, mundur jika telah melakukan hal yang tidak pantas atau gagal melaksanakan amanah.

Kesediaan mundur bila berbuat salah adalah sebuah kesadaran akan tanggung jawab yang diemban. Ia juga adalah manifestasi dari rasa malu yang masih dimiliki sebagai bukti masih hidupnya nurani.  

Kesadaran seperti itulah yang kita saksikan, antara lain, pada masyarakat Jepang yang saat-saat sekarang ini membuka mata kita melihat betapa tangguhnya mereka sebagai sebuah bangsa. Betapa seringnya terjadi pejabat publik Jepang, mengundurkan diri dan bahkan bunuh diri, karena merasa malu melanggar kepatutan dan hukum.

Sekarang, di negeri ini, mari kita saksikan, seorang Arifinto telah menunjukkan sebuah teladan tentang seorang terhormat, seorang pejabat publik yang menyadari sebuah ketidakpatutan yang telah dilakukannya, justru demi keterhormatan itu dia mundur. Kita tidak perlu mengurangi rasa hormat pada dirinya, sebab sebaik-baik orang bukanlah karena ia tidak pernah bersalah, tapi ia jujur mengaku salah lalu bersedia memikul akibat dari kesalahannya.

Sesudah ini kita tidak mengharap ada "Arifinto" berikutnya. Tapi bila toh tidak terelakkan, terjadi lagi, maka tidak usahlah menunggu lama-lama, segera mundur demi kehormatan diri dan demi tidak mencemari habitat tempat mengabdi.

http://www.fajar.co.id
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak pernah memberikan

tenggat waktu untuk menandatangani kontrak koalisi baru. PKS sejauh ini belum meneken draft kontrak baru tersebut.

Anis membenarkan, partainya sudah menerima draft tersebut. Tapi bagaimana sikap PKS tergantung Majelis Syuro PKS. "Untuk mendatangani atau tidak, diserahkan ke Majelis Syuro PKS," kata Anis di DPR/MPR RI, Rabu (13/4).

PKS menegaskan, keputusan meneken kontrak tersebut tak akan terpengaruh partai lain. "Silahkan saja partai lain menandatangani atau tidak. PKS tetap independen dan tak terpengaruh sama sekali," ujar Anis.

Anis juga mempertanyakan motivasi Sekretaris Sekretariat Gabungan Parpol Koalisi Syarief Hasan yang menyebutkan bahwa PKS akan menandatangani kontrak koalisi pada Selasa malam (12/4). "Saya tidak tahu apa maksud Pak Syarief menyatakan seperti itu," ujar Anis Matta.(Andhini)

http://www.metrotvnews.com
Jakarta - Kontrak koalisi baru antara PKS dan SBY belum juga menemukan titik temu. PKS dan SBY dinilai sama-sama di posisi saling menunggu untuk melihat arah koalisi selanjutnya. Pakar Politik, Burhanudin Muhtadi mengatakan, kedua pihak ini sama-sama berhitung untuk keberlajutan koalisi.

“Dari info yang saya dapat, Ketua Majelis Syuro, Hilmi Aminuddin sudah beberapa kali berinisiatif meminta SBY untuk bertemu, tapi sampai sekarang SBY belum ada tindakan,” katanya. Menurutnya, hal ini menunjukkan secara simbolik merupakan bentuk hukuman SBY terhadap PKS. “Apa sih susahnya memanggil PKS?” katanya pada Rabu, (13/4).

Hukuman secara halus itu, lanjutnya, karena maneuver-manuver politik yang terus dilakukan PKS. Terlebih lagi, posisi PKS dalam koalisi sebenarnya sudah tinggi. Burhanudin menilai SBY sudah marah sampai titik puncak karena jatah PKS yang sudah besar justru partai tersebut masih bermanuver. Hanya saja, yang menjadi pertanyaannya, manuver itu tidak dilakukan sendirian.

Burhanudin menilai Partai Golkar pun sempat bermanuver. Bedanya, partai ini memiliki posisi tawar yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari telah bertemunya ketua umum Partai Golkar, Abu Rizal dan menghasilkan putusan penandatangan kontrak koalisi.

Ada kesan, lanjutnya, pertemuan PKS dan SBY tertunda terus menerus atau PKS. Maka, ia mengaku bisa memahami sikap PKS yagn tidak mau terburu-buru untuk menandatangani kontrak koalisi baru. “PKS tak mau tanda tangan kalau belum ketemu SBY, sedangkan SBY pun belum menunjukan arah itu,” katanya.

Artinya, kedua pihak ini adu urat syaraf. Tetapi, untuk mendepak PKS dari koalisi pun Partai Demokrat tidak punya keberanian. Hasilnya, kondisi tarik ulur seperti sekaranglah yang terjadi. “Keduanya tidak bergerak dari posisi semula,” katanya.

Mengenai dibawanya persoalan ini ke tingkat Majelis Syuro PKS, ia menilai tindakan itu hal yang wajar. Sebab, keputusan strategis PKS selalu berada di majelis tersebut, termasuk sikap terhadap koalisi SBY-Boediono. Terlebih lagi keputusan mengenai koalisi tak bisa hanya diputuskan oleh DPP PKS.

Ia memprediksi, apapun yang dihasilkan dari rapat Majelis Syuro PKS, baik tetap bergabung dalam koalisi atau menjadi oposisi, harus diputuskan secara baik-baik. Namun, ia menduga, Majelis Syuro pun tidak akan mengambil keputusan sebelum PKS benar-benar bertemu dengan SBY.

http://www.republika.co.id
Misbakhun
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kasus yang dialami oleh dua kadernya di DPR, Misbakhun dan Arifinto berbeda. PKS menganggap Misbakhun dizalimi sehingga tidak perlu mengundurkan diri layaknya Arifinto.

"Kita tidak bisa memberhentikan Misbakhun. Karena kita melihat dalam hal ini dia dizalimi. Ini sangat berbeda dengan Arifinto. Itu merupakan dua kasus yang berbeda," ujar Sekjen PKS Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2011) subuh.

Menurut Anis, Misbakhun dizalimi karena telah ada klarifikasi dari Bank Mutiara yang menyatakan Misbakhun tidak bersalah. Oleh karenanya Misbakhun tak perlu mundur dan DPP PKS sendiri tidak bisa memberhentikannya.

"Kita menganggap kasus ini (Misbakhun-red) murni politik. Ini bukan kasus hukum," imbuh Wakil Ketua DPR ini.

Misbakhun yang juga Komisaris PT Selalang Prima dan Dirut PT Selalang Prima, Franky Ongkowardjojo, divonis 1 tahun penjara. Hakim menyatakan keduanya terbukti memalsukan surat gadai untuk memperoleh kredit di Bank Century dan melanggar ketentuan dalam Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Jaksa dan Misbakhun sama-sama mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hakim menambah hukuman menjadi 2 tahun.

Meski telah divonis pengadilan, Misbakhun masih tercatat sebagai anggota DPR. Ia pun masih mendapatkan gaji sebagai anggota DPR. Berbeda dengan Misbakhun, Arifinto yang juga tergabung dalam fraksi PKS kedapatan menonton film porno saat sidang paripurna. Arifinto lantas mengundurkan diri dari anggota DPR atas kejadian tersebut. (adi/mok)

http://www.detiknews.com
Menkominfo Tiffatul Sembiring
Jakarta - Mantan Presiden PKS yang juga menjabat sebagai Menkominfo Tiffatul Sembiring menilai mundurnya Arifinto patut dijadikan contoh supaya pejabat yang bersalah atau gagal dapat mengundurkan diri.

“Beliau ini memilih mundur itu patut dicontoh, sekarang kan banyak pejabat yang terbukti bersalah, gagal tetapi tetap saja gagal,”ujar Tifatul, sebelum sidang paripurna di kantor presiden, Selasa (12/4).

Menurutnya, mundur Arifinto merupakan salah satu tanggung jawab kepada publik. Namun perlu diingat, lanjut dia, beliau ini tidak membuat video porno.

“Jadi jangan mengadili orang juga, dia tidak membuat video porno. Beliau dikirimi link itu kemudian dia buka itu kesalahannya,” paparnya. Walaupun demikian, Tifatul mengakui kasus ini akan mempengaruhi citra PKS.

Soal rencana digital forensik Kominfo yang dilakukan terhadap Ipad milik Arifinto, menurut Tifatul masih akan menunggu badan kehormatan DPR. Pasalnya pihaknya sendiri bukan merupakan aparat penegak hukum melainkan membantu penegak hukum.

“Ini kita serahkan kalau ada request dari mereka karena undang-undangnya demikian, aturannya demikian harus ada request dari Badan Kehormatan DPR. Karena beliau anggota DPR,”terangnya.


http://www.republika.co.id
Sekjen PKS Anis Matta
Jakarta - Sekjen PKS Anis Matta menegaskan partainya belum bisa tandatangani kontrak baru koalisi karena menunggu keputusan sidang Majelis Syuro.

Menurutnya, PKS belum bisa menentukan sikap lantaran tidak ada alasan bagi PKS untuk mengganti kontrak koalisi sebelumnya.

"Ini otoritas Majelis Syuro menyetujui atau tidak, bukan DPP. Biar Majelis Syuro yang menentukan. Ya harus bersidang dulu," ujar Anis saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa, (12/4).

Wakil Ketua DPR tersebut mengatakan PKS sebenarnya menginginkan evaluasi menyeluruh daripada kontrak baru terhadap koalisi. Janggal jika muncul kontrak baru tanpa ada evaluasi dalam tubuh Setgab.

"Yang kita tunggu evaluasi secara keseluruhan karena itu tidak dilakukan sama sekali," tambahnya.

Sementara itu, terkait partai lain yang telah menyepakati kontrak baru koalisi dengan telah menandatangani kontrak, Anis mengatakan sebagai pemegang tertinggi keputusan, Majelis Syuro bekerja tidak secara individu.

"Kalau partai lain kita tidak tahu, kita independen mengambil sikap. Majelis Syuro bekerja secara akal kolektif bukan individu," tandasnya. (OL-12)

http://www.mediaindonesia.com

Apr 11, 2011

Assalamu alaikum warohmatullohi wa barokatuhu

Salam Sejahtera untuk Kita Semua

Dengan ini saya
Nama : Arifinto
Anggota DPR-RI No. A-72/Fraksi PKS (2009-2014)

Selaku Perintis dan juga Pendiri Partai Keadilan saya merasa terpanggil untuk tampil secara bertanggung jawab demi keberlangsungan, kesinambungan, dan nama baik serta kebesaran partai saya.

Atas pemberitaan terhadap diri saya dan dinamika media yang berkembang saat ini,  saya meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan,  konstituen PKS, serta kepada seluruh anggota DPR-RI yang terhormat.

Dengan seluruh kesadaran diri saya, tanpa paksaan dari siapa pun, dan pihak mana pun, demi kehormatan diri dan partai saya, setelah pernyataan ini, saya akan segera mengajukan kepada Partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR-RI.

Semoga keputusan yang saya ambil ini membawa kebaikan dan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri, partai, konstituen saya, seluruh anggota DPR-RI. Semoga ini menjadi pewarisan positif dan konstruktif bagi bangsa dan negara ini di masa yang akan datang.

Untuk selanjutnya saya akan tetap bekerja untuk kepentingan partai saya, baik dalam posisi saya sebagai atau bukan sebagai anggota DPR-RI.

Selain itu saya juga akan meningkatkan kualitas diri saya dengan terus menerus memperbaiki diri dengan senantiasa beristighfar, mengkhatamkan Al-Quran, meminta taushiyah kepada para ulama, bersedekah kepada fakir miskin, dan juga semua kebaikan yang dapat saya lakukan demi kejayaan hidup saya di akhirat nanti.

Wassalamu alaikum warahmatullohi wa barokatuh


Arifinto

Sumber: pk-sejahtera.org
Jakarta - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, sikap dan keputusan mundur dari keanggotaan DPR 2009-2014 yang diambil anggota Fraksi PKS, Arifinto, patut diapresiasi. Menurutnya, jika dikaji, apa yang dilakukan Arifinto sesungguhnya tidak sefatal kasus lain yang juga melibatkan anggota DPR. Oleh karena itu, ia berpendapat, keputusan Arifinto harus menjadi contoh para anggota Dewan lain yang juga "bermasalah".

"Kalau kita kaji, apa yang dilakukan Arifinto tidak sefatal yang lain. Ada yang lebih parah dan substansial, tetapi tetap ngotot menjadi anggota DPR. Menggunakan kekuasaan untuk berlindung dari kesalahan. Keputusan Arifinto adalah bentuk kesiapannya sebagai wakil rakyat menerima sanksi sosial," kata Ray kepada Kompas.com, Senin (11/4/2011).

Arifinto mengumumkan pengunduran dirinya siang tadi, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilakunya yang diketahui publik membuka konten porno di tengah berlangsungnya sidang paripurna, Jumat (8/4/2011) pekan lalu. Keputusan ini, Ray melanjutkan, menjadi sinyal positif bagi kesadaran para pejabat publik untuk bertanggung jawab atas hal negatif yang dilakukannya dan mendapat kritik publik.

"Sekarang, kan, banyak pejabat publik yang tidak mau berefleksi. Ada anggota yang sudah ditahan KPK, tapi tidak mau mundur. Ada pejabat yang sudah ketahuan bohong, tapi tetap merasa bersih. Padahal ini sangat mendasar. Ada juga anggota DPR yang sudah divonis, tetapi juga tetap tidak mau mundur. Ini menjadi pelajaran penting bagi mereka," kata Ray.

Tak hanya mundur dari DPR, Arifinto juga mendapatkan sanksi dari internal partainya. Ia dicopot dari keanggotaan Majelis Syuro PKS. Anggota Komisi V DPR ini juga diharuskan melakukan taubatan nasuha atau tobat dengan sungguh-sungguh melalui beberapa langkah, yaitu melakukan permohonan ampun kepada Tuhan (istigfar) minimal 100 kali selama 40 hari, membaca Al Quran minimal satu kali khatam dalam jangka 30 hari, bersedekah kepada 60 orang fakir miskin, meminta nasihat (tausyiah) kepada Ketua Dewan Syari'ah Pusat selaku Mufti PKS, serta meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen, anggota DPR, dan masyarakat.

Sumber: kompas.com
Jakarta - Sikap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto yang memilih mundur dari DPR dipuji oleh Seketaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam. Arifinto memutuskan mundur setelah tepergok membuka konten porno saat sidang paripurna, Jumat lalu. Iqbal menilai keputusan Arifinto adalah langkah tepat untuk menjaga nama baik partainya.

"Kita hargai kearifan beliau karena telah mengundurkan diri supaya tidak menjadi polemik. Karena beliau tidak berdiri sendiri dan juga membawa nama PKS," ujar Iqbal di Jakarta, Senin (11/4/2011).

Iqbal mengakui, Arifinto telah melanggar kode etik anggota Dewan. Namun, menurut Iqbal, hal tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi anggota DPR lain, untuk lebih serius ketika menjalankan tugas-tugasnya.

"Seharusnya dalam rapat paripurna dia konsennya kepada rapat bukan kepada galaxy tab dia, dan itu kesalahan yang mendasar sebetulnya," kata Iqbal.

Sebelumnya, Arifinto memberikan pernyataan mundur secara resmi di Gedung DPR, Jakarta, siang ini. Keputusan mundur yang diambil, kata Arifinto, merupakan bentuk pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya.

"Dengan seluruh kesadaran diri saya, tanpa paksaan dari siapa pun, dan pihak mana pun, demi kehormatan diri dan partai saya, setelah pernyataan ini, saya akan segera mengajukan kepada partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR RI," kata Arifinto di Gedung DPR.

Sebelum pernyataan mundur ini, Arifinto menyampaikan permohonan maaf kepada semua anggota DPR, kader, simpatisan, dan konstituen PKS atas pemberitaan media tentang dirinya.

Sumber: kompas.com