Latest News

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

    Popular Post


Hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei, calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor 4, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, berada di posisi pemuncak di Pilkada Jawa Barat.

Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada pukul 15.33 WIB, Aher-Deddy unggul 33,18 persen dengan total suara yang masuk 98,25 persen. Posisi kedua ditempati pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki 27,85 persen.

Mendekati angka 100 persen total jumlah suara, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar lmenggelar keterangan pers di hotel Papandayan, Bandung, Minggu 24 Februari 2013.

"Hasil quick count tentu kita pahami bersama sebagai alat ukur yang sangat modern. Insya Allah sebagaimana hasil ini adalah mendekati kenyataan," ujar Ahmad Heryawan.

"Margin of error tidak lebih dari 1 persen. Kalau pun turun hanya satu persen, kalau naik juga satu persen. Sehingga tidak akan mengubah hasil akhir Pilgub Jawa Barat ini," katanya.

Meski sudah dipastikan menang, namun Aher meminta seluruh tim sukses dan partai pendukung tidak merayakan kemenangan ini secara berlebihan. Sebab menurutnya, kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Jawa Barat.

"Mari kita syukuri, bahwa kemenangan kita ini adalah kemenangan seluruh rakyat Jawa Barat. Karena yang menang bukan pasangan calon, tapi rakyat," katanya.

Selanjutnya, dia meminta semua pihak untuk mengikuti dan mengawasi proses perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan umum Daerah Jawa Barat. "Mari kita awasi proses ini sebaik-baiknya," katanya.

Sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/392878-aher--ini-kemenangan-rakyat-jawa-barat
Jakarta - Citra Komunikasi (Cikom), lembaga survei di bawah bendera Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai PKS mampu melewati terjangan 'tsunami' politik yang menimpa partai itu. Hal ini yang membuat pasangan Ahmad Heryawan (Aher) -Deddy Mizwar menang dalam quick count Pilgub Jabar.

"Mereka melakukan strategi cerdas bahwa mereka tidak terasosiasi dengan PKS," kata Direktur Cikom-LSI, Toto Izul Fatah, dalam konferensi pers di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/2/2013).

Toto mencontohkan, dalam pengemasan iklan baik itu di media massa atau untuk ruang publik Aher-Deddy Mizwar tidak menampilkan icon partai yang mengusungnya. Sehingga saat ada prahara penetapan orang nomor satu di PKS, Lutfi Hasan Ishaq, sebagai tersangka, pasangan tersebut aman dalam pertarungan perebutan kursi Jabar 1.

Contoh lainnya, dalam iklan di media massa sosok Deddy Mizwar dikedepankan sebagai tokoh dan sosok Aher tidak begitu ditonjolkan.

"Penyumbang terbesar lebih kepada faktor Deddy Mizwar, bukan Ahernya. Aher sebenarnya masih mengalami problem pengenalan. Temuan di lapangan, 30 persen saja publik mengenal Aher didukung PKS," jelas Toto.

Sementara itu, peran Aher dalam mengenalkan dirinya di Pilgub kali ini adalah dengan cara memunculkan kesuksesan pembangunan pemerintahan yang dipimpinnya selama 5 tahun terakhir dalam iklan di televisi.

"Aher mengawinkan keberhasilan program dengan ketokohan dalam iklan, itu juga yang membuat dia berhasil berdasarkan hitung cepat," jelas Toto.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/24/182521/2178269/10/?992204topnews
Dede Yusuf Macan

Jakarta - Lembaga survei di bawah Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Citra Komunikasi (Cikom), melihat ada keunikan dari Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013. Hasil hitung cepat Cikom, pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana tergerus dari suara pasangan Rieke Dyah Pitaloka.

Direktur Eksekutif Cikom, Toto Izul Fatah, mengatakan pihaknya mulanya menggungulkan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang akan bertarung dalam Pilgub Jabar kali ini. Namun, perkiraan tersebut meleset.

"Dede, based on research, adalah korban pertama gonjang-ganjing atau tsunami di Partai Demokrat pasca Ketua Umum Anas Urbaningrum ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK," kata Toto dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/2/2013).

Akibatnya, lanjut Toto, pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) menggerus suara pasangan nomor 3.

"Yang mengambil berkah dari suara tergerus Dede adalah Rieke. Alasan lainn, karena dua pasangan ini memiliki karakteristik pemilih yang sama yaitu nasionalis-sekuler. Jadi, Rieke yang sebelumnya diprediksi mencapai 16 persen saja menggerus suara Dede Yusuf-Lex Laksamana," terang Toto.

Cikom mencatat, dari sampel suara yang diambil dari 400 Tempat Pemilihan Suara (TPS) dan mewakili 200 ribuan pemilih, tercatat hingga pukul 15.40 WIB, suara pasangan nomor 4 (Aher-Demiz) mendominasi kemenangan versi hitung cepat, sebanyak 33,14 persen. Disusul pasangan Paten dengan meraup 27,92 persen, Dede-Lex 25,23 persen, Yance-Tatang 11,81 persen, dan terakhir pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib sebesar 1,89 persen.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/24/173230/2178239/10/cikom-dede-yusuf-korban-pertama-tsunami-politik-pd?991104topnews
 
Jakarta - Hasil quick count yang diselenggarakan oleh Indo Barometer menunjukkan bahwa Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar meraih suara 32,38 persen. Artinya kemungkinan besar Aher-Deddy menang Pilgub Jabar 1 putaran.

"Dukungan terhadap Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar lebih dari 30 persen suara, dengan demikian Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar memenangkan pemilukada Jawa Barat versi quick count Indo Barometer dalam 1 putaran," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, dalam siaran pers, Minggu (24/2/2013).

Kemenangan Ahmad Heryawan, menurut Qodari, termasuk surprise di tengah kemelut kasus dugaan korupsi petinggi PKS. Kemenangan Ahmad Heryawan–Deddy Mizwar menunjukkan bahwa mesin politik PKS masih solid.

"PKS cepat melakukan konsolidasi kader. Posisi Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur yang dipilih oleh Ahmad Heryawan untuk mendampinginya juga terbukti efektif. Deddy Mizwar sebagai artis papan atas nampaknya cukup besar memberikan kontribusi suara," ungkap Qodari.

"Iklan-iklan produk yang dibintangi Deddy Mizwar yang gencar ditayangkan di media televisi nampaknya memberi pengaruh tingkat keterpilihan Ahmad Herywan – Deddy Mizwar," tegasnya.

Berikut hasil quick count yang dilakukan Indo Barometer:

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 2,03 persen.
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,32 persen.
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 26,09 persen.
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen.
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27,18 persen.

Sumber:  http://news.detik.com/read/2013/02/24/181050/2178261/10/quick-count-indo-barometer-menangkan-aher-deddy-mizwar-satu-putaran?9911012
Ketika KPK Mencla-mencle lembaga penegak hukum mana yang bisa kita harapkan lagi?


JAKARTA - Tindakan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja mencabut tanda tangan surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum menuai kecaman dari Adnan Buyung Nasution. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sebagai sikap tidak konsisten.

"KPK ini seperti mencla-mencle, mau membongkar mundur lagi, bagaimana ini?" kecam Buyung di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (14/2).

Adnan mengaku sangat memalukan jika sikap KPK seperti itu. Pasalnya, sebagai lembaga penegak hukum super bodi, tidak selayaknya pimpinan KPK bisa mencabut sprindik seenaknya.

Jika tidak mau memperbaiki diri, Buyung menyarankan, lebih baik KPK dibubarkan saja. Dia mengaku kecewa kepada KPK lantaran merupakan salah satu inisiator yang mengkonsep pembentukan KPK. Advokat senior itu menyatakan, polemik yang terjadi di tubuh KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Buyung melanjutkan, ada dua kemungkinan pelemahan terhadap KPK, yaitu tidak konsekuen. Pasalnya, sudah ditanda tangani malah dianulir bahwa belum dteken lengkap unsur pimpinan. Atau bisa jadi, sambungnya, adanya tekanan luar biasa dari pihak yang belum diketahui sumbernya kepada KPK.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/02/14/mi7en2-buyung-kalau-menclamencle-bubarkan-saja-kpk

Jakarta (12/2) - Puncak konsolidasi struktur pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tingkat pusat dilakukan di Karangasem, Bali, melalui kegiatan Arung Jeram (rafting) di Sungai Telaga Waja, Selasa (12/2) pagi. Sekitar 100 orang dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP) dan Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) mengikuti kegiatan arung jeram yang menempuh jarak 16 kilometer. Presiden DPP PKS M. Anis Matta memimpin langsung acara konsolidasi struktur PKS pusat tersebut.


Ketua Bidang Humas DPP PKS Mardani Ali Sera menjelaskan lebih lanjut, setelah kegiatan ini, pengurus akan kembali ke Jakarta untuk fokus menghadapi kerja-kerja pemenangan Pemilu dan Pemilu Kepala Daerah. “Yang terdekat, PKS telah menargetkan untuk menang di Pemilukada Jawa Barat pada tanggal 24 Februari ini,” ujar Mardani.

Kegiatan arung jeram dipilih, menurut Mardani, karena kegiatan ini membutuhkan kerjasama yang baik, kekuatan fisik dan juga strategi untuk melewati jeram-jeram yang menghadang. “Ini cocok dengan kondisi PKS saat ini yang tengah mencoba melewati cobaan-cobaan politik. Kita akan hadapi dengan tidak meninggalkan unsur fun, seperti amanat Presiden PKS agar kita tidak kehilangan kebahagiaan” tutur doktor teknik mesin lulusan Universiti Teknologi Malaysia ini.

Menurut Mardani, Presiden PKS Anis Matta adalah seorang trainer di bidang pengembangan kepribadian. “Anis Matta ingin memastikan bahwa pengurus PKS seluruhnya siap untuk menjalani hari-hari panjang penuh kerja keras hingga Pemilu tahun 2014 untuk mengejar target 3 besar,”pungkas Mardani.


Sumber: http://www.pks.or.id/content/arung-jeram-gaya-pks-konsolidasi-struktur
Presiden PKS Anis Matta
Presiden PKS Anis Matta

YOGYAKARTA -- Presiden PKS Anis Matta mengajarkan tiga prinsip pada kadernya dalam menghadapi kemelut yang melanda partai tersebut. Tiga prinsip ini juga diyakini bisa mengantarkan partai itu untuk menangkan Pemilu 2014.

"Ada tiga prinsip yang harus kita pegang untuk keluar dari persoalan ini (masalah Lutfi Hasan Ishaq)," terang mantan Sekjen DPP PKS ini saat memberikan orasi pada konsolidasi partai itu di Yogyakarta, Jumat (8/2).

Ketiga prinsip itu menurutnya, pertama tidak meninggalkan kegembiraan dan melewati kondisi sulit dengan gembira. "Musibah itu jalan panjang menuju kemenangan. Jangan biarkan orang lain menentukan masa depan kita," kata Anis mengingatkan kadernya. 

Prinsip kedua, berfikir dengan cara yang tidak dipikirkan orang lain. Anis melarang kadernya mengikuti cara berfikir para pengamat politik. 

Prinsip ketiga yang harus dipegang kadernya kata Anis adalah memiliki mindset menyerang bukan bertahan. "Dengan tiga prinsip ini kita yakin akan menang di 2014," ungkap Anis optimistis.

Kepada wartawan, Anis mengatakan, konsolidasi partai yang dilakukan di Yogya merupakan rangkaian road show ketiganya. Road show Anis sendiri diawali di Bandung, lalu Medan, Yogyakarta dan akan diteruskan ke Surabaya, Makasar, Denpasar dan kota lain di Indonesia.

Menurutntya, kegiatan tersebut sangat penting, untuk melihat tingkat moralitas kader dan tingkat konfidence mereka. Melalui kegiatan itu kata Anis, pihaknya juga bertemu dengan tokoh masyarakat untuk melihat tingkat kepercayaan umat.

"Ternyata saya temukan fakta berbeda, apa yang dikatakan pengamat ternyata berbeda. Antusiasme semangat dan kepercayaan kader sangat besar," jelas Anis sumringah.

Anis yakin suara PKS merata di seluruh kota di Indonesia pada 2014 mendatang.

Saat ditanya soal kasus LHI, Anis mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus itu melalui proses hukum. PKS kata dia, akan mengikuti seluruh proses hukum terkait hal itu. "Saya konsentrasi ke dalam dan tidak akan berkomentar soal itu," terangnya.

Diakuinya, PKS belum menentukan status keanggotaan LHI di partai tersebut setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Bagi Anis, pengunduran diri LHI dari jabatan presiden PKS dan keanggotaan DPR RI sudah cukup.

Setelah memberikan tausyiyah pada konsolidasi kader di Yogya, Anis bersama pimpinan DPP PKS berjalan kaki dari Gedung Wana Bhakti Yasa menuju Kantor DPW PKS DIY Gambiran.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/02/09/mhxevo-3-prinsip-anis-matta-hadapi-kemelut-pks
Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar
Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar

Pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar tampaknya tidak tergoyahkan oleh prahara yang menerpa PKS dalam kasus suap daging impor. Survei menunjukkan, elektabilitas pasangan cagub dan cawagub ini masih tinggi dengan pemilih terutama di kalangan warga pedesaan Jawa Barat.

Direktur Pusat Kajian dan Pembangunan Stategis (Puskaptis), Husin Yazid, mengatakan dari hasil survei pasangan Aher-Dedi mengungguli pasangan Dede-Lex Laksamana dengan selisih 3 persen suara.

"Aher itu unggul 30,80%, sedangkan Dede Yusuf di urutan ke dua dengan 27,04%, disusul Rieke dengan perolehan suara 18,40%," ujarnya saat memaparkan hasil survei, di salah satu kafe di kawasan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Husin menjelaskan, perolehan suara yang didapat Aher ini karena didorong dari tingkat kepopuleran Dedi Mizwar yang unggul dibanding Dedi Yusuf.

"Dedi Mizwar, lebih unggul di banding Dede Yusuf, mungkin di masyarakat perkotaan Dedi Yusuf unggul dari Dedi. Namun di pedesaan Dedi mengungguli Dede Yusuf. Sedangkan Rieke sebagian pemilih wanita dia unggul" paparnya.

Survei dilakukan Puskaptis pada 2 Januari- 7 Februari 2013 lalu. Survei ini menggunakan teknik multistage random sampling dengan 1.800 responden berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. Metode survei dilakukan melalui tatap muka dengan kuisioner.


Berikut peroleh hasil survei Puskaptis berdasarkan nomor urut:

1. Dikdik- Cecep 3,06 %
2. Irianto-Tatang 15,20 %
3. Dede-Lex Lemana 27,04 %
4. Aher-Dedi 30,80 %
5. Rieke-Teten 18,40 %

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/survei-aher-ungguli-dede-yusuf-dan-rieke.html
Aher - Deddy

BANDUNG - Lima pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat periode 2013-2018, dalam acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meneguhkan komitmen antikorupsi dalam memimpin pemerintahan daerah nantinya.

Rangkaian agenda Pilgub 2013 yang bertajuk Penandatanganan Komitmen Berintegritas dan Deklarasi LHKPN Cagub dan Cawagub Jabar itu digelar di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (5/2).

Peneguhan komitmen antikorupsi ditandai pembubuhan tandatangan di atas sehelai kertas besar oleh seluruh Cagub maupun Cawagub, mulai dari nomor pasangan 1 hingga 5.

Hadir pada acara itu, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara, Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja, Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar Yayat Hidayat.

Sebelum penandatangan komitmen berintegritas antikorupsi, para kandidat mengumumkan sendiri jumlah kekayaan masing-masing. Besaran kekayaan dimaksud berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK.

Terungkap dalam deklarasi LHKPN, Cagub yang tertinggi total kekayaannya adalah Cagub Dikdik Mulyana Arief Mansur. Kandidat independen ini memiliki harta kekayaan Rp 30,6 miliar dan US $ 99.663.

Cagub yang berada di posisi kedua, yakni Dede Yusuf Macan Effendi. Nilai total kekayaan Cagub bernomor 3 ini sebesar Rp 11,3 miliar dan US $ 29.508.

Selanjutnya di urutan 3 dan 4 yakni Cagub Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin dan Ahmad Heryawan. Total harta kekayaan Irianto mencapai Rp 4,6 miliar, sedangkan Ahmad Heryawan senilai Rp 4,5 miliar dan US $ 36.000.

Di urutan 5, Cagub Rieke Diah Pitaloka yang melaporkan total harta kekayaannya mencapai Rp 2,7 miliar.

Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menegaskan, penandatangan komitmen berintegritas antikorupsi dan deklarasi laporan kekayaan dimaksudkan, agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih membangun tatakelola pemerintahan yang baik selama lima tahun mendatang.

"Para kandidat tadi sudah berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi, yang diawali dengan keterbukaan soal harta kekayaan yang dimiliki," papar Adnan.

Sumber: http://pks.or.id/content/cagub-cawagub-jabar-tandatangani-komitmen-antikorupsi
Luthfi Hasan Ishaq

PKS Taktakan  - Pengacara Luthfi Hasan Ishaaq, Zainudin Paru mengatakan kliennya mengaku kenal dengan Ahmad Fathanah ketika sekolah di Pondok Pesantren Gontor dan juga di Arab Saudi.

"Mengenai AF, beliau (Luthfi Hasan) bilang bukan hanya kenal tetapi satu sekolah ketika di Gontor dan Arab Saudi," kata Zainudin kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Saat disinggung lebih jauh mengenai keterkaitan Luthfi dengan AF dalam kasus impor daging sapi, Zainudin enggan membeberkannya. Menurut dia, diperlukan waktu untuk membuka mengenai keterkaitan kliennya dengan AF.

"Dari berbagai keterangan Pak Luthfi, tidak bisa serta merta mendapatkan info, butuh waktu kesiapan agar lebih terbuka. Sejauh ini perlu komunikasi," katanya.

Dia mengatakan, kliennya mengaku tidak memiliki kewenangan apapun dalam impor daging sapi. Menurut dia, kewenangan impor itu sudah menjadi kewenangan dari kementerian terkait.

"Lagi pula Pak Luthfi merupakan anggota DPR Komisi I, bukan Komisi IV yang terkait dengan pertanian. Sehingga tidak ada hubungannya dengan kasus impor daging," ujarnya.

Zainudin mengatakan, saat pertemuan dengan kliennya pada Senin (4/2), Luthfi Hasan tidak menyinggung lebih dalam mengenai PT Indoguna Utama. Dia mengatakan, perusahaan itu tidak ada kaitan dengan kliennya.

"Terkait PT Indoguna Utama, Pak Luthfi mengatakan perusahaan itu tidak ada kaitannya dengannya. Kalau importir daging, menurut dia itu kaitannya dengan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Dalam kasus dugaan suap impor daging sapi itu, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yaitu mantan Presiden PKS yang juga anggota Komisi I DPR Luthfi Hasan Ishaaq, dua direktur PT Indoguna Utama yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, serta orang dekat Lutfi, Ahmad Fathanah.

Keempat tersangka sudah resmi ditahan KPK di tempat berbeda. Juard Effendi ditahan di Rutan Salemba, Arya Arbi Effendi di Rutan Cipinang, Ahmad Fathanah di Rutan KPK, dan Luthfi Hasan Ishaaq di Rutan KPK Cabang Guntur.



Oleh: Ustadz. Hatta Syamsuddin
PKS Taktakan - Kehidupan terus berputar. Terjerembab jangan membuat mata kita terus sembab. Terpuruk tak berarti masa depan kita buruk. Terkadang kita tergerus dosa, namun jangan sampai menjadi putus asa. Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin mengutip ucapan salaf yang aneh terasa: ‘Adakalanya seorang hamba berbuat dosa, namun masuk surga. Dan adakalanya seseorang mengerjakan ketaatan, namun masuk neraka’. Benar demikian, dosa dan kemaksiatan yang diikuti dengan pertaubatan sungguh-sungguh selalu melahirkan lompatan keimanan yang jauh lebih tinggi dari sebelum berbuat dosa. Sementara ketaatan yang diikuti rasa puas diri dan sikap jumawa akan menggerus pahala sampai titik nol yang sia-sia. Kesedihan dan penyesalan akan sebuah kesalahan adalah hal yang perlu, tapi berputus asa dan lemah semangat setelahnya adalah jauh dari sikap mereka para tokoh kesatria nan mulia.

Mari kita belajar dari sosok Nabi Sulaiman SAW, satu-satunya di dunia ini yang diberikan tiga hal yang bahkan tidak diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Tiga hal tersebut adalah kekayaan, kenabian dan kekuasaan. Namun tidak selamanya kehidupan beliau berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Ada satu episode kehidupan beliau yang bahkan dicatat dalam Al-Quran dan diperjelas dalam As-Sunnah, yang memberikan pelajaran bagi kita tentang sikap pertaubatan yang dahsyat.

Kisah ini termuat begitu lengkap dalam kitab hadits Bukhari dan Muslim, bagaimana suatu ketika Nabi Sulaiman begitu percaya diri mengumandangkan tekadnya: ‘Aku akan menggilir sembilan puluh sembilan istriku semalaman, yang kesemuanya akan melahirkan anak laki-laki yang berperang fii sabiilillah”. Ia merindukan generasi yang hebat, maka sebuah tekad yang dahsyat pun dilantunkan. Hanya saja pada waktu itu beliau tidak menambahkan kalimat ‘insya Allah” (jika Allah SWT berkehendak). Seorang sahabat beliau telah mengingatkan: “Ucapkan Insya Allah“. Namun beliau lalai dan tak hati-hati, terlupa nasihat sang sahabat dan langsung menjalankan apa yang ia tekadkan, menggilir istri-istrinya dalam satu malam.

Apa yang terjadi kemudian adalah episode keterpurukan dan ujian bagi nabi Sulaiman. Dari 99 istrinya tersebut, ternyata hanya seorang saja yang melahirkan bayi dan itupun dalam keadaan cacat, digambarkan dalam hadits sebagai “setengah manusia”. Maka orang-orang pun meletakkan bayi itu di atas kursi Sulaiman, dan melihat hal tersebut Nabi Sulaiman pun terpuruk, bersedih mengingat ucapannya terdahulu. Inilah yang digambarkan dalam surat Shad ayat 34 Allah SWT berfirman mengisahkan: “dan Sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan dia (anaknya) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah cacat) kemudian ia (Sulaiman) bertaubat. Bahkan Rasulullah SAW pun menambahkan saat menceritakan kisah ini, sekiranya ia (Sulaiman) mengucapkan insya Allah, niscaya setiap istrinya akan hamil dan melahirkan seorang anak yang akan berjuang di jalan Allah.

Dalam semangat yang begitu hebat untuk melahirkan generasi pejuang, nabi Sulaiman lalai dan diingatkan oleh Allah SWT. Bagi sebagian orang ini adalah kelalaian yang sangat teknis dan sederhana, namun ternyata dibalik yang kecil itulah tersimpan cara dan hikmah Allah SWT menguji dan membesarkan nabi Sulaiman. Apa yang terjadi setelahnya? Nabi Sulaiman pun bertaubat, beliau meminta ampunan sekaligus penyesalan yang mendalam di hadapan Allah SWT. Namun itu tidak disertai kesedihan yang bertalu-talu, ataupun rasa putus asa yang menggurita dalam dada, justru sebaliknya Sulaiman tahu ia sedang diuji. Maka ia pun bertaubat dengan mengajukan permohonan yang lebih dahsyat dari yang ia capai sebelumnya. Sebuah istighfar segera disusul dengan proposal untuk mendapatkan kerajaan terbesar yang pernah dikenal dalam sejarah manusia. Dengan jelas lisan Sulaiman berujar: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi“ (Shad:34-35)

Subhanallah, taubat yang melahirkan semangat dahsyat. Dalam taubatnya nabi Sulaiman terus melanjutkan cita, bahkan ia mempunyai target yang lebih kuat, lebih besar, dari yang ia miliki sebelumnya. Sebuah kerajaan yang akan senantiasa dikenang dalam sejarah tentang kebesaran dan kekuasaannya. Maka Allah SWT pun memberikan kepada Sulaiman apa yang ia cita-citakan. Angin pun dalam genggaman, para jin tunduk di hadapan, bahkan penguasa-penguasa negeri lain siap bergabung dalam keislaman.
Pelajaran besar terpatri dalam hati, mari kita bertaubat layaknya Nabi Sulaiman. Sebuah pertaubatan yang akan menjadi hentakan sejarah, untuk mencapai kemenangan dan kejayaan jauh lebih besar dari yang kita capai pada hari ini.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.
Anis Matta menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Jakarta - Terpilihnya Anis Matta menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat dukungan dari kalangan pemuda Muhammadiyah. Ikatan Pemuda Muhammadiyah menilai Anis cocok membenahi PKS yang saat ini tengah diterpa isu korupsi.

"Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sangat merasa senang dan bangga kepada PKS dinahkodai oleh presiden baru, yakni Muhammad Anis Matta. Pasalnya, Anis Matta merupakan alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dulu. Anis Matta sangat tepat dan cocok menjadi Presiden PKS pengganti Lutfhi Hasan yang kini tersandung dugaan korupsi," ujar Wasekjen Pimpinan Pusat IPM Dzar Al Banna dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (3/2/2013).

"Kami sejak awal sudah menilai Anis Matta sangat tepat menjadi Presiden PKS, karena dia memiliki semangat muda dan enerjik, apalagi dulu beliau juga alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah," kata Al Banna.

Menurutnya, Anis Matta mempunyai riwayat sebagai anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, namun karena kesibukannya sebagai anggota DPR RI menjadikannya jarang aktif di Muhammadiyah.

Al Banna mengatakan Anis sebagai tokoh muda yang memiliki semangat pendobrak dan loyal terhadap partai. Al Banna berharap PKS dan parpol lainnya di Senayan dapat komitmen menyuarakan aspirasi masyarakat luas seperti soal isu Ujian Nasional dan Kurikulum belum selesai.

"Walaupun Muhammadiyah secara struktural tidak ada hubungan dengan partai politik apapun, namun Muhammadiyah selalu mendukung langkah positif kader-kadernya untuk memajukan bangsa," pungkas Mahasiswa Pascasarjana UGM ini.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/04/043326/2160027/10/?nd772204topnews

“Jika kamu bersabar dan bertaqwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda” (Q.S. Al-Imran: 125)

Mengawali tulisan ini, penulis teringat dengan salah satu perang yang membawa kemenangan bagi pasukan Rasulullah Saw, perang Badr. Perang yang membakar semangat umat Islam, perang yang membuat penulis merinding tatkala membaca kisah-kisah keajaiban yang muncul karena bantuan yang dikirimkan oleh Allah. Seperti kata Allah pada kutipan ayat di atas. Dia datang menolong dien-Nya dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda dan entah dengan jalan apa lagi DIA akan menolong hamba-Nya yang selalu bersabar.

Dalam keadaan bagaimana pun, seruan Allah akan kesabaran ini amat banyak dalam kitab suci Al-Quran, hingga pantaslah jika ‘bersabar’ adalah pekerjaan berat yang akan diujikan kepada tiap hamba yang senantiasa berpegang teguh pada tali agama-Nya. Dan wajarlah bila balasan yang dijanjikan bagi orang yang bersabar adalah surga, sebab ia teramat berat untuk dijalani.

Pembaca milis yang setia, ketika diri dilanda fitnah, maka di situlah awal sabar hendak ditanam. Tak usah khawatir akan fitnah. Sejak zaman Rasulullah, toh, perbuatan keji itu sudah ada. Masih jelas, amat kental dalam ingatan penulis, ketika orang paling munafik di kalangan Quraisy memfitnah Aisyah RA bahwa beliau sengaja berkhalwat (berduaan) dengan salah seorang sahabat. Padahal, berdasarkan kisah, sungguh hal itu tidaklah seperti yang dituduhkan. Begitu berbahayanya fitnah hingga berita tersebut menyebar di seluruh kalangan dengan begitu cepatnya. Bahkan, salah seorang sahabat, Abu Bakar Assiddiq RA yang dikenal dengan kelembutan hatinya sedemikian marahnya mendengar putrinya, Aisyah, berbuat demikian. Apatah lagi sang suami, lelaki paling mulia, Rasulullah SAW ketika mendengar kabar tersebut kemudian terbesit rasa percaya akan kabar tersebut, sungguh penyiksaan besar yang dirasakan oleh Aisyah RA semalam suntuk beliau menangis pedih. Tiga bulan lamanya ia dijauhi oleh Rasulullah, Saw. Bahkan sempat terdengar kabar, Abu Bakar RA rela putrinya diceraikan sekiranya kabar tersebut benar adanya. Itulah fitnah, punya kekuatan menumbangkan lawan atau musuh dari segi mental. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Namun, perlu kita ketahui bersama bahwa kebenaran akan terkuak dengan sendirinya. Kesabaran akan membuka tabir fitnah yang tak jelas itu. Jikalau Rasulullah memperoleh kebenaran dari adanya wahyu, tentulah manusia biasa pun akan diberikan jalan oleh-Nya.

Tak perlu risau dengan fitnah. Bukankah memang demikian adanya! Kebenaran akan diiringi oleh kebatilan. Bukankah sangat jelas pula bahwa kemudahan menyertai kesulitan. “Inna ma’al ‘usrii yusroo” (sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan), (QS. Al-Insyirah: 5). Usah resah akan fitnah yang bertandang jika diri sudah berjalan pada koridor yang tepat. Tak mestilah takut menggelayuti. Amat wajar kejujuran mendapat cobaan. Sudah lumrah kebenaran berteman dengan ujian. Semua sudah sunnatullah. Yang terpenting diri tahu bahwa pelaku fitnah alias ‘munafik’ tempatnya adalah Hawiah, lapisan terbawah dari tujuh neraka. Yang jelas diri paham akan firman-Nya dalam Al-Quran surah Al- Baqarah: 217 “Walfitnatu akbaru minal qotli” (Sedangkan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan)

Sekali lagi, tak perlu galau bila diri dilanda fitnah. Janji Allah itu pasti, bahwa “Innalloha ma’a sshoobiriin” (Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar). Surah Al-Imran pada pembukaan tulisan di atas pun amat jelas menerangkan kepada kita bahwa kesabaran adalah kunci kemenangan. Tak perlu memikirkan dengan cara apa Dia akan menolong. Dia jauh lebih punya kuasa dibanding dengan penyebar fitnah. Dia amat tahu melalui cara apa hamba itu dimudahkan-Nya.

Jaga Allah, maka Allah akan menjagamu. Itulah janji-Nya. Betapa indah ia memberikan janji kepada hamba-Nya. Tentulah, Dia akan dating dengan cara yang lebih indah. Penulis teringat dengan sebuah hadits hasan lagi shahih, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas RA berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW lalu beliau bersabda, “Nak, akan aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah, niscaya dia akan senantiasa bersamamu, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan padamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya, kecuali  yang telah ditulis oleh Allah bagimu,  dan jika semua umat manusia bersatu padu mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang ditulis oleh Allah bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan itu telah mengering.

Sungguh dahsyat susunan hadits yang disabdakan oleh Rasulullah. Mudah-mudahan terpetik banyak hikmah. Satu hal yang mesti ditekankan dalam diri bila fitnah benar-benar bertandang adalah bahwa kemenangan akan selalu mengiringi kesabaran. Bersabar terhadap fitnah yang menghampiri insya Allah jalan keluar akan tampak jelas. Wallohu’alam bissawwab.
HP Dhito, staf ahli Habib Nabiel Almusawa yang disadap. (ist)
 Habieb Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) IV Fraksi PKS, menegaskan bahwa fitnah suap terhadap anggota DPR fraksi PKS merupakan skenario besar yang dirancang untuk mendeskreditkan PKS.

Dia menyatakan bersama teman-teman se-fraksi PKS di komisi pertanian sudah menolak keras tambahan kuota impor daging untuk tahun 2013, hal tersebut juga saya tegaskan saat raker dengan Kementerian Pertanian. Ia bahkan meminta surat ancaman dari importir ke Dirjen Peternakan dilaporkan ke Kepolisian.

Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono pun juga sudah mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging tahun 2013. Ia mengaku sudah mengirimkan surat ke Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa untuk tidak lagi impor.

Legislator asal dapil kalsel ini menengarai penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) di kantor DPP PKS merupakan konspirasi yang memiliki banyak kejanggalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada campur tangan asing dari negara-negara pengekspor daging yang merasa dirugikan dengan kebijakan impor tersebut. Skenario dirancang untuk menekan dan memperburuk citra PKS dimata publik. Diduga karena PKS lantang menentang impor daging.

“Bisa jadi memang kader-kader PKS dijadikan target, karena selama ini tidak ada satupun kadernya yang terjerat kasus korupsi. Bukan tanpa alasan saya mengatakan hal tersebut, karena handpone staf ahli saya akh Dhito yang membidangi ekonomi dan anggaran, beberapa waktu lalu disadap oleh orang tak dikenal” ujar Habib Nabiel.
HP saat ini masih digunakan. (ist)
 
Ia juga mengindikasikan bisa saja kasus ini ditunggangi oleh konspirasi kepentingan politik jelang pemilu. “Diungkap saja dua alat bukti dimaksud, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya. Kok sepertinya PKS jadi target nih,” tuturnya.

KPK harus cepat menuntaskan kasus ini agar masyarakat bisa melihat secara terang-benderang. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut padahal belum jelas apakah LHI bersalah atau tidak, tapi PKS sudah diadili oleh opini publik yang terbentuk. Seperti kasus Misbhakun yang akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung setelah menjalani masa tahanan dua tahun”, tutup Habib Nabiel. (ist)

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera bidang Kebijakan Publik Hidayat Nur Wahid, menegaskan musibah yang terjadi pada partainya merupakan cobaan yang membuat semakin kokoh dan bersih sebagai partai Islam ke depannya.

"Saat ada musibah seperti ini, kami justru dapat dukungan dari berbagai pihak. Ini belum kiamat bagi PKS, justru kader kami akan kembali pada fitrah dan kebenaran yang sesungguhnya," kata Hidayat di Jakarta, Sabtu 2 Februari 2013.

Menurut manusia bisa salah dan tentunya itu harus diperbaiki. Oleh karena itu, PKS akan menggelar agenda pertaubatan nasional. "Kegiatan ini untuk melanjutkan pembenahan ke dalam," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan PKS bukanlah partai yang anti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun, ia mengajak semua pihak untuk memahami asas praduga tak bersalah. "Jadi kita tunggu pengadilan bekerja, PKS tidak anti KPK. Bahkan, ketika saya menjadi ketua fraksi, kami koreksi pimpinan lewat revisi UU KPK. Jadi posisi PKS tetap hormati KPK," ujarnya.

Koalisi

Dia menambahkan partainya belum membicarakan wacana akan keluar dari koalisi. Menurutnya, aneh jika PKS keluar dari koalisi hanya karena Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

"Akan jadi aneh kami jika kami keluar dari Setgab setelah peristiwa kemarin. Jadi, kami akan cermati satu atau dua minggu ke depan," katanya.

Saat ditanya soal suara di akar rumput yang menginginkan agar PKS keluar dari koalisi pasca Luthfi Hasan menjadi tersangka, Hidayat mengatakan, aspirasi itu boleh-boleh saja. Namun, ia menegaskan, suara kader PKS yang menginginkan agar PKS terus berada di dalam koalisi jauh lebih besar.

"Itu hanya suara aspirasi yang emosional. Justru banyak suara kader yang ingin tetap koalisi," ujar mantan Presiden PKS ini. (eh)

Sumber: http://politik.news.viva.co.id/news/read/387261-badai--sapi--bukan-kiamat-bagi-pks

Jakarta - M Anis Matta resmi menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menghindari konflik kepentingan karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPR, Anis Matta pun menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI, sekaligus Wakil Ketua DPR RI. Anis mengaku ingin berkonsentrasi penuh sebagai Presiden PKS dengan sejumlah tugas berat yang menantinya.

Menurut Anis, Ia menyadari tugas yang akan diembannya begitu besar. Anis mengaku tidak ingin dalam proses pelaksanaan tugas tersebut terganggu dengan hal-hal lain, yang bisa mengganggu tercapai target.

“Dalam kesempatan ini saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR RI," tegas Anis.

Anis menyampaikan hal itu dalam orasi politiknya sebagai Presiden PKS yang baru di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Pernyataan pengunduran diri itu pun disambut teriakan takbir dari jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKS yang hadir.

Pengunduran diri Anis memang sudah menjadi tradisi di PKS. Apabila Presiden PKS atau pimpinan PKS lainnya memegang jabatan publik, maka posisinya di partai harus dilepas. Demikian sebaliknya, seorang pejabat publik apabila terpilih menjadi pimpinan PKS harus mengudurkan diri dari jabatan publik yang diembannya. Melalui pengunduruan diri tersebut, Anis pun ingin menjaga tradisi di tubuh PKS.



Sumber: http://www.pks.or.id/content/jadi-presiden-pks-anis-matta-mundur-dari-dpr-ri


Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi robbil 'alamin wabihi nasta'in wa 'ala umuriddunya waddin, wahayyikum jami'an bitahiyyatin islam bil kholidah. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para pimpinan PKS yang hadir pada siang hari ini, khususnya yang saya hormati, yang saya cintai, KH.Hilmi Aminuddin sebagai ketua Majelis Syuro. Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Ketua Majelis Syuro yang telah mengambil keputusan yang sangat kilat dan sangat cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden kita semuanya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq.

Saya juga ingin mengucapkan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Kalau dia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, seluruh pemimpin PKS, seluruh kader PKS mencintai beliau. Kita juga percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh. Tetapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan ingin menghancurkan partai ini.

Dan menurut saya, peristiwa besar ini insya Allah akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pembenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS.

Rekan-rekan sekalian, tentu saja ini adalah tugas besar yang harus saya emban bersama seluruh pengurus PKS. Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah yang akan kita lalui. Tapi kita pasti bisa melaluinya, insya Allah. Kita pasti bisa melalui hari-hari sulit ini, asalkan kita mengetahui tiga syarat utama untuk melaluinya. Dan syarat utama untuk melalui hari-hari yang sulit ini ada 3.
Yang pertama adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. "Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in".

Syarat yang kedua ikhwah sekalian, adalah kebersamaan kita semuanya. Ukhuwah, persaudaraan, soliditas, itu yang harus kita jaga. Karena Allah SWT mengatakan "Huwalladzi ayyadaka binashrihi wabil mu'minin. Dialah Allah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman". Kita pasti bisa melalui ini kalau kita saling bergandengan tangan. Kalau kita saling bersatu, kalau kita menyatukan diri kita semuanya atas nama cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada negeri kita, Indonesia.

Yang ketiga ikhwah sekalian saudara-saudaraku semuanya, syarat ketiga adalah kerja keras. Hari ini, saya ingin mengatakan kepada antum semuanya, kepada saudara semuanya, dan juga kepada seluruh kader-kader PKS yang menonton acara ini, saya ingin mengatakan kepda antum semuanya hari ini berlaku ayat Allah SWT "Tatajafa junubuhum 'anil madhoji', Lambung mereka tidak bersahabat dengan tempat tidur". Tidak ada lagi waktu tidur sejak hari ini, saudara-saudara sekalian. Kita akan memulai hari ini, insya Allah, sebagai momentum kebangkitan kita semuanya.

Ikhwah sekalian, misi utama kita dalam periode permulaan kebangkitan ini adalah mengubah cobaan dan musibah ini menjadi rahmat dan karunia. Dan insya Allah kita pasti bisa memulainya, kita pasti bisa melakukannya. Karena pada permulaan kita mendirikan partai ini, kita juga tahu bahwa jumlah kita sedikit, tenaga kita sedikit, orang-orang kita sedikit. Tetapi melalui kerja keras, Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan pada partai ini untuk tumbuh dan terus-menerus berkembang.

Dan itu sebabnya, saya juga percaya bahwa insya Allah dengan pertolongan Allah dan dengan kebersamaan kita, tidak ada satupun kekuatan di negeri ini dan dunia ini yang bisa menghancurkan gerakan ini, insya Allah. Tidak akan ada, insya Allah.

Ikhwan sekalian, saya tidak ingin antum semua memahami disini bahwa kita semuanya adalah ingin melawan gerakan pemberantasan korupsi, sama sekali tidak. Itu adalah agenda kita semuanya. Agenda Islam dan juga agenda nasional. Yang akan kita lawan adalah penggunaan otoritas dalam pemberantasan korupsi itu yang bersifat tirani. Itu yang akan kita lawan.

Pemberantasan korupsi adalah agenda kita bersama, sekali lagi itu adalah agenda kita bersama. Tapi ulama-ulama fiqih mengatakan "Alhaqqu wastikhdamul haqq syai'ani yakhdalifa, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda. Saya ulangi kembali, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda".

Cara menggunakan hak berhubungan langsung dengan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengatakan "Istafti qolbak, Mintalah fatwa ke dalam hatimu, Mintalah fatwa ke dalam hatimu." Karena, motif itu yang akan menentukan cara kita menggunakan hak. Dan motif tirani inilah yang ingin kita lawan, Insya Allah. Motif tirani dalam cara menggunakan hak inilah insya Allah yang akan kita lawan.

Seperti ikhwah sekalian, seperti yang saya katakan tadi, kalau kita ingin memulai perubahan yang hakiki, kita musti memulai dari diri kita sendiri. Kita pasti sebagai manusia biasa melakukan banyak sekali kesalahan. Terutama kami, saya secara pribadi, dan semua pimpinan PKS pasti menyadari bahwa kita sebagai manusia biasa pasti melakukan kesalahan.

Dan karena itu ikhwah sekalian, saya ingin akan mengumumkan juga pada kesempatan ini. Agenda pertama kita dalam melakukan perubahan yang hakiki ini adalah melakukan pertaubatan Nasional bagi seluruh pengurus dan kader-kader PKS. Kita akan memulai dari istighfar, kita akan memulai dari taubat.

Sebagaimana ucapan pertama yang kita ucapkan begitu kita selesai melakukan shalat. Apa yang kita ucapkan setelah kita selesai melakukan shalat? Astaghfirullah. Kita tentu sudah beramal. Tapi banyak kekurangan-kekurangan sepanjang amal-amal itu yang menyertai amal-amal kita. Dan istighfar ini insya Allah bukan hanya akan menghapus dosa-dosa, tetapi juga insya Allah akan menyempurnakan kerja-kerja kita ke depan.

Ikhwan sekalian, tapi Insya Allah kita setelah kita membenahi diri sendiri, membenahi diri kita semuanya, membenahi pikiran, membenahi hati, membenahi perilaku, dan membenahi seluruh sistem dalam organisasi kita ini, insya Allah kita akan melangkah lebih jauh lagi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan pada negara. Dan karena itu, ikhwah sekalian, kita hanya bisa melakukan perbaikan pada skala negara itu kalau insya Allah kita memulainya dengan cara benar. Minhuna nabda, dari sinilah kita akan memulai insya Allah.

Kemarin kita menyaksikan saudara kita, Presiden kita, Luthfi Hasan Ishaaq, dikeluarkan dari ruangan ini dibawa ke tahanan. Dan Insya Allah, dari ruangan ini pula lah insya Allah kita akan memulai kerja besar baru untuk membenahi diri kita dan sekaligus membenahi negara kita semuanya. Dan saya yakin Insya Allah kita bisa, saya yakin Insya Allah kita bisa.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan Insya Allah, dengan kekuatan yang kita miliki insya Allah kita akan melampaui hari-hari yang sulit ini. Dan kita semuanya pasti akan berdoa agar Allah SWT meletakkan berkah di balik cobaan yang menimpa kita ini semuanya. Dan sekali lagi insya Allah, setelah acara ini, kita akan mulai melakukan langkah pertama nanti insya Allah, kita akan merancang satu acara untuk melakukan pertaubatan nasional bagi seluruh pimpinan dan juga bagi seluruh kader-kader PKS.

Selanjutnya, karena saya sadar bahwa saya akan melakukan tugas yang sangat besar, saya tidak ingin dalam proses pelaksanaan tugas ini terganggu dengan hal-hal lain yang bisa membuat tujuan ini tidak bisa tercapai. Oleh karena itu pada kesempatn ini juga, saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Wakil Ketua DPR RI dan juga mengundurkan diri dari keanggotaan saya di DPR RI.

Saya sudah memulai dan Insya Allah antum semua juga berjalan bersama-sama dengan kita insya Allah membawa kafilah perubahan yang hakiki di negeri ini, insya Allah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Sumber: http://www.pks.or.id/content/pidato-perdana-presiden-pks-anis-matta


Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Pertama kami mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kita berharap pemberantasan korupsi di Indonesia terus berjalan dengan baik sesuai dengan aturan undang-undang yang sudah ada.

Yang kedua, saya agak terkejut tadi mendapatkan berita dari kawan-kawan bahwa di KPK, ada pernyataan resmi tentang nama LHI sebagai salah satu yang diindikasikan terlibat kasus penyuapan.

Saya tidak tahu yang dimaksudkan siapa, tetapi memang nama saya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa orang menyebutnya LHI.

Seandainya yang dimaksudkan adalah saya, maka saya sebagai warga negara Indonesia sudah tentu akan taat kepada proses hukum yang ada.

Tetapi, andai isu penyuapan itu benar, sudah barang tentu, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak partai saya, tidak juga kader-kader Partai Keadilan Sejahtera.

Untuk itu, kepada seluruh jajaran, kader dan seluruh pengurus partai, Saya berharap para kader tetap menahan diri, terus berdoa, dan menyerahkan semua urusan pada Allah SWT, dan terus berjuang agar negeri kita ini bebas dari korupsi. Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS.

Biasanya menjelang pemilu, kita selalu mengucapkan kalimat "Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashir".

Demikian saya sampaikan keterangan ini, terima kasih.

Wassalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh


Sumber: http://www.pks.or.id/content/keterangan-resmi-presiden-pks-luthfi-hasan-ishaaq-terkait-isu-penyuapan
Jimly Asshiddiqie

Hukum adalah alat mencari keadilan. Jadi hukum bukan untuk hukum. Karena itu jangan terpaku hanya pada prosedur, teknis, administrasi. 

"Penegak hukum harus melihat konteks yang lebih besar. Bahwa hukum alat membangun keadilan dan kebenaran. Jadi bukan hukum untuk hukum," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/). 
 
Jimly menanggapi penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.  
 
"Makanya saya selalu mengatakan penegak hukum itu harus bertangan dingin, berhati dingin, berkepala dingin, dan berdarah dingin. Tidak boleh tangan panas, tidak boleh berhati panas," ungkapnya. 
 
Tak hanya itu, penegak hukum juga tidak boleh ingin menunjukkan keberanian. Karena keberanian itu adalah ciri orang berdarah panas. Bahkan, katanya, penegak hukum tidak boleh pemberani. Pemberani itu tidak relevan untuk penegak keadilan.  
 
"Sangat berbahaya kalau pedang keadilan diserahkan kepada orang yang berani. Yang kita perlukan bukan pemberani. Sebab pemberani itu bisa berani karena bodoh, bisa berani tapi pintar. Tapi sepintar-sepintar orang kalau dia sedang berani sering emosional. Jadi menegakkan hukum tidak perlu berani dan tidak perlu menunjukkan sikap pemberani," ungkapnya. 
 
Jimly sendiri melihat proses hukum yang dialami oleh Lutfhi sangat cepat. Setelah proses tangkap tangan terhadap tiga orang Selasa malam, pada Rabu malamnya, Luthfi langsung dijadikan tersangka. Dan malam itu juga dijemput oleh penyidik KPK.  
 
Karena itu, dia kuatir keberanian KPK ini karena didasari atas kebodohan. Kalau sampai pedang keadilan diserahkan kepada orang bodoh, menurutnya itu sangat bahaya.  
 
"Jangan sampai begitu. Menegakkan keadilan itu kan sebagian juga seni. (Lutfhi) belum diperiksa kok dijadikan sebagai tersangka. Bok ditunggu seminggu kalau memang ada alat bukti. Ini kan soal kecerdikan. Jadi ini penegak hukumnya agak bodoh. Bisa karena bodoh, bisa karena goblok. Ini bukan soal salah benar. Ini soal seni. Dia tidak berseni," tandasnya.

Sebelumnya Jimly menjelaskan, agar orang tidak curiga, KPK harus menungkapkan dua alat bukti mengenai keterlibatan Lutfhfi.  Jadi kalau misalnya, tidak diungkapkan dua alat bukti yang dianggap cukup itu orang jadi heran. Kok tiba-tiba begitu cepat prosesnya," ujar Jimly. [zul]

Sumber: http://www.rmol.co/read/2013/01/31/96477/Prof.-Jimly-Asshiddiqie-Kuatir-Keberanian-KPK-Didasari-Atas-Kebodohan-
AS Hikam (Pengamat politik senior)

 Jakarta - PKS bisa mengubah kekacauan menjadi keuntungan jika mengganti pimpinan yang lebih baik setelah Presidennya, Luthfi Hasan Ishaq (LHI), jadi tersangka kasus suap impor daging sapi.

Hal itu dikatakan pengamat politik senior AS Hikam menanggapi pengunduran diri LHI dan rencana PKS mencari presiden baru yang bakal diumumkan hari ini (Jumat, 1/2).

Karena itu menurutnya, manajemen kontrol kerusakan (damage control management) PKS patut diacungi jempol dan ditiru oleh partai lain.  Berbeda dengan parpol lain yang jika pimpinannya tersandung masalah lalu malah "mbulet," PKS langsung bertindak cepat: melakukan bersih-bersih.

"Ini karena budaya politik PKS mengutamakan kepentingan organisasi ketimbang figur, memikirkan jangka panjang ketimbang jangka pendek," ungkapnya.

Kader selevel LHI tampaknya juga tak sulit dicari di PKS dan tidak ada kendala-kendala seprtti hubungan keluarga, darah biru, dan tetek bengek lain seperti yang dikenal di parpol lain.

Karena itu, sambungnya, jika Presiden PKS yang baru tampil dengan citra dan kinerja bersih, maka doomsday scenario (doomsday scenario) yang disampaikan para pengamat tentang elektabilitas PKS di Pemilu 2014 akan meleset total.[zul]

Sumber: Zulhidayat Siregar/http://www.rmol.co/read/2013/02/01/96562/Analisa-Pengamat-PKS-Bakal-Hancur-Lebur-Bisa-Salah-Total-

JAKARTA - Tiga bulan sebelum Letjen TNI (Purn) ZA Maulani meninggal dunia pada 2007, Kepala BIN (BAKIN) di era Presiden Habibie ini memberi informasi dan catatan penting dalam sebuah pertemuan.
Kepada yang hadir Maulani mengungkap bahwa intelijen asing yang berkomplot dengan pihak internal (dalam negeri) tengah intens “menggarap” ormas/partai Islam tertentu yang dianggap radikal atau dinilai memiliki pengaruh besar dan diprediksi menjadi partai masa depan.

“Operasi intelijen” ini, menurut Maulani, bertujuan untuk melemahkan ormas/partai Islam tertentu. Ada tiga ormas Islam yang dibidik kala itu dan satu partai Islam yang dinilai ke depannya memiliki pengaruh besar sebagai kekuatan politik Islam alternatif, jika tak segera dikebiri.

Menurut Maulani yang juga sangat dibenci Amerika, partai Islam yang dia maksud menjadi perhatian AS dan sekutunya. Rupanya Barat sangat khawatir dengan perkembangan partai yang pernah disebut fenomenal ini. Karena itu, bagaimana caranya agar partai ini dilemahkan, dibonsai dan dikerdilkan.

Menurut Maulani kala itu, ada tiga modus yang bertujuan melemahkan kekuatan ormas/partasi Islam tersebut. Pertama, membikin konflik internal yang target akhirnya menjadi pecah belah. Kedua, membuat citra/imej ormas/partai Islam tersebut menjadi buruk di mata publik. Ketiga, mengarahkan oknum pengurus/petingginya menjadi tergoda dengan dunia.

Maulani menjelaskan, sesungguhnya tak ada ormas/lembaga/partai Islam yang steril—khususnya yang dianggap radikal. Umumnya disusupi. Penyusupan ini tentu untuk lebih memudahkan pelemahan ormas/partai Islam yang dimaksud.

Modus pertama, membuat konflik di internal ormas Islam tertentu. Setidaknya ada 3 ormas Islam—setelah 2007—yang dengan tajam dilanda konflik internal. Satu ormas Islam akhirnya harus merelakan sejumlah pengurus dan anggotanya bedol desa alias keluar dari organisasi. Sedang ormas Islam lainnya pecah dan pecahannya melahirkan organisasi baru.

Modus kedua, membuat ormas Islam satunya lagi menjadi bulan-bulanan yang terus dicitrakan buruk. Sementara terhadap partai islam yang dibidik, “operasi intelijen” agak sulit membuat konflik atau menciptakan imej buruk. Pertama, partai  ini dinilai solid, tidak mudah mengacak-acaknya. Kedua, partai yang dimaksud selama ini pertahanannya cukup kuat, segenap pengurus dan kadernya sangat menjaga citra baiknya di hadapan publik.

Walhasil, dari sisi mengarahkan partai ini ke dalam konflik internal dan merusak imejnya  tak semudah mengacak-acak dua ormas Islam seperti tersebut di atas. Karenanya, modus ketiga, mengarahkan oknum pengurus tertentu  dalam partai Islam ini untuk “silau” dengan dunia dengan cara memberi proyek, misalnya, ternyata cukup jitu.

“Operasi” ini meyakinkan bahwa pasti orang punya kebutuhan dalam hidup. Orang-orang yang lemah dan lebih cenderung pada dunia akan lebih mudah untuk dirasuki—disadari atau tidak—akhirnya berada dalam kubangan pragmatisme. Jalan “operasi” seperti ini dengan mudahnya dilakukan oleh musuh-musuh Islam.


 Oknum atau orang-orang tertentu yang di hati dan jiwanya memiliki penyakit yang disebut dalam hadits Nabi sebagai “al-wahn”—cinta dunia benci mati—ternyata bukan saja menggiring pelakunya menjadi mabuk dunia, tetapi bahkan bisa membuat imej buruk dan distrust (hilangnya kepercayaan) publik secara bertahap terhadap partai dan petingginya—yang ujung-ujungnya melahirkan konflik.

Benar, akhirnya partai ini pun tak lepas dari konflik internal. Ada yang dipecat, ada yang mundur. Ada yang tak terima dipecat sehingga menuntut dan berujung ke pengadilan. Dua kubu berseteru, baik secara langsung maupun lewat SMS dan bahkan via media sosial.

Akhirnya partai yang selama ini dianggap solid, tak mudah  dipecah belah, jebol juga pertahanannya.
Selesaikah “operasi” ini? Belum. Meski dalam sejumlah survei dinyatakan suara partai ini anjlok, lantaran berkurangnya kepercayaan, namun kelompok Islamfobia yang turut cawe-cawe dalam  “proyek” ini masih belum puas.

Ocehan-ocehan 1 atau  2 petingginya yang dinilai tak mencerminkan Islam makin menambah deret banyak pihak, kader atau simpatisan, yang angkat kaki dari partai ini.

Kini, dengan kasus terbaru yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masih belum puas juakah “operasi intelijen” yang  telah “berhasil” membuat hasil survei memelorotkan suaranya?
Nyatanya “operasi” ini tak berhenti  sampai di sini. Bahwa orang-orang partai ini tak jua tersentuh korupsi, agaknya mengundang rasa penasaran. Selama cap koruptor belum menempel pada partai ini sebagaimana partai lainnya, “operasi” ini dianggap belum sempurna.

“Operasi” ini harus “menggarap” orang-orang tertentu dalam partai dan yang terkait dengan partai untuk dipancing. Hanya orang-orang atau figur yang memiliki potensi  dan kecenderungan hubbud dun-ya wakarahiyatul maut (cinta dunia benci mati) yang bisa digoda dengan dunia dan isinya. Tak tanggung-tanggung, orang kedua di partai ini, yakni presidennya, terjerembab dalam tudingan suap izin quota daging sapi impor.

Umumnya para petinggi dan pengurus serta kader-kader partai ini baik, lurus, dengan ghirah dan gairah Islam yang tinggi, tetapi segelintir orang telah membuat partai dakwah ini menjadi terpuruk tanpa ada sanksi terhadap mereka.

Inilah yang dijadikan bibit dan bahan “operasi” berikutnya. Sudah lama perangkap dan jebakan dipasang. Tapi rupanya selama ini belum bisa “dieksekusi” untuk memerangkapnya. Padahal vokalitas dan kritik tajam yang dianggap tak sejalan dengan yang namanya Setgab Koalisi kian menyebabkan partai ini harus segera dibonsai.

Lalu, sejumlah kasus yang menimpa beberapa pesohor dan petinggi negeri ini, dari Century, Hambalang, BLBI, dan lainnya, terakhir kasus manipulasi pajak keluarga SBY yang diungkap pertama kali oleh The Jakarta Post, Rabu (30/1/2013), memaksa kasus suap daging sapi impor yang sudah lama disiapkan untuk dimunculkan, sebagaimana dikatakan Prof Dr Tjipta Lesmana.


Menurut pengamat politik ini, kasus suap daging impor ini disinyalir untuk menutupi sederet kasus yang tadi disebutkan—terutama kasus terakhir: manipulasi pajak keluarga SBY.

Hanya, memang, entah lantaran digarap terburu-buru karena mengejar waktu atau seperti dikatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Jimly Ash-Shiddiqie adanya faktor kebodohan (rakyat merdeka online, 31/1/2013), proses penetapan tersangka hingga penangkapan dan penahanannya pun tampak janggal di mata publik.

Jimly khawatir keberanian KPK ini karena didasari atas kebodohan. Kalau sampai pedang keadilan diserahkan kepada orang bodoh, menurutnya, itu sangat berbahaya.

“Jangan sampai begitu. Menegakkan keadilan itu kan sebagian juga seni. (Luthfi) belum diperiksa kok dijadikan sebagai tersangka. Mbok ditunggu seminggu kalau memang ada alat bukti. Ini kan soal kecerdikan. Jadi ini penegak hukumnya agak bodoh. Bisa karena bodoh, bisa karena goblok…,” tandasnya.

Ya, seperti disebut tadi, entah karena diburu waktu yang mengharuskan skenarionya seperti itu atau faktor kebodohan seperti dikatakan Prof Jimly, yang terang ada beberapa hal yang janggal.

Pertama, KPK mengaku sebelumnya sudah mendapat informasi bahwa akan ada transaski (suap) pada Selasa (29/1/2013) siang di kantor PT Indoguna Utama.

Pertanyaannya, kenapa kemudian KPK tidak menangkap langsung saat transaksi suap terjadi? Bukankah ini lebih meyakinkan? KPK malah melakukan penangkapan pada malam hari di saat penerima suap (AF) tengah berada di sebuah hotel bersama seorang wanita yang belakangan diketahui mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta.

Kedua, ada penilaian publik, bahwa skenario yang mengandung unsur cewek cantiknya dalam “operasi” ini harus dimunculkan.  Andai KPK menangkap saat transaksi suap berlangsung, maka dipastikan tak ada berita AF ditangkap saat berdua dengan seorang wanita cantik di dalam kamar hotel dengan busana minim.

Beberapa satsiun televisi berulang-ulang memutar dan memberitakan soal perempuan cantik ini. Bisakah kita menepis dugaan bahwa unsur perempuan cantik ini dalam rangka makin mendramatisir beginilah partai Islam!

Citranya makin hancur. Ada pesan yang ingin diblowup dalam episode di bagian cerita ini, yakni: lha, partai dakwah, sudah kena kasus suap, eh malah ada unsur ceweknya pula. Imej tentu kian buruk. Itu pesan khususnya.

Jadi, kembali pada pertanyaan, mengapa ditangkapnya harus di hotel, bukan pada saat transaksi suap berlangsung, sebagaimana dilakukan KPK selama ini (tertangkap tangan)?

Ketiga, ini juga jadi pertanyaan banyak pihak, Luthfi Hasan tidak tertangkap tangan, tapi kenapa langsung dijadikan tersangka? Yang sudah-sudah langsung jadi tersangka saat tertangkap tangan memberi dan menerima suap, sementara Luthfi Hasan tidak ada saat transaksi suap terjadi.

Keempat, siapa sebenarnya AF penerima suap dari pimpinan perusahaan pengimpor daging sapi itu? AF disebut-sebut kurir dan orang dekatnya Luthfi.  Tentu agak risih mendengar partai Islam kok kadernya mau disuguhi cewek yang kini disebut sebagai gratifikasi seks?

Namun Hidayat Nur Wahid menyebut AF bukan anggota atau kader PKS. Mantan Presiden PKS ini juga menyebut ada konspirasi terhadap PKS. Lantas, siapa yang menskenariokan AF dekat dan sebagai orang kepercayaan Luthfi? Sejak kapan penggarapan ini berlangsung?

Dan sepertinya “operasi intelijen” sebagaimana diinformasikan Alm ZA Maulani itu sejak 2007 sampai sekarang “berhasil” melemahkan, membonsai dan mengerdilkan partai ini, sehingga urung menjadi partai Islam yang memiliki pengaruh dan harapan umat, setidaknya untuk saat ini, wallahu a’lam ke depannya.

Namun seburuk apapun partai ini, ia pernah menjadi harapan banyak umat Islam. Ia pernah menjadi alternatif dalam politik keumatan di tengah penilaian bobroknya partai-partai sebelumnya.


 Maka, badai pahit yang tengah melanda partai ini sudah seharusnya dijadikan pelajaran, introspeksi dan evaluasi untuk perjalanan ke depan yang lebih baik.

Mampukah partai ini mengembalikan trust publik seperti sebelumnya? Tentu, itu kembali pada pengelola partai ini, sejauh mana komitmen ke-Islam-an itu merasuki jiwa dan relung-relung mereka dan menjadikannya sebagai benteng kehidupan yang menghantarkan para kader dan simpatisannya ke dalam gerbang Indonesia yang lebih luas.

Dan, sejauh mana pula keberpihakan pada umat dan bangsa mayoritas Muslim ini sungguh-sungguh dirasakan, dan akhirnya dengan Visi Islamnya memiliki komitmen menegakkan Islam dan memperjuangkan Islam sebagai sistem dalam kehidupan bernegara, pemerintahan, bermasyarakat, meninggalkan sistem kufur!

Sumber: (isa/salam-online) http://salam-online.com/2013/02/operasi-intelijen-untuk-pks-dari-godaan-dunia-hingga-perangkap-daging-impor.html