Latest News

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Archive: Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
PKSTaktakan.org - Blora, Deklarasi pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Blora di Gedung Sasana Bhakti Blora, Minggu (14/4), berlangsung cukup semarak.

Ratusan kader dan simpatisan PKS memeriahkan deklarasi tersebut meskipun tanpa dihadiri oleh Hadi Prabowo (HP) atau pasangannya Don Murdono (Don).

Deklarasi dihadiri salah satu ketua DPW PKS Jateng Sutrisno. Dia yang juga menjabat Koordinator Dewan Dakwah III (Blora, Rembang, Pati, Grobogan) memberikan orasi politik kepada kader.

"Ada tiga hal yang harus dilakukan agar bisa tercapai apa yang kita inginkan khususnya dalam memenangkan pasangan HP-Don menjadi Gubernur," kata Sutrisno kepada kader PKS Blora.

Yang harus dilakukan, lanjutnya, adalah konsolidasi, pemetaan medan, serta startegi yang tepat. Dengan tiga hal itu dirinya yakin PKS Blora akan berhasil melakukannya.

Selain dari PKS Deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Tim Relawan HP-DON, Edi Yulianto yang juga ketua karangtaruna Blora.

Di Blora PKS dan tim relawan bertekat merebut kemenangan meskipun Blora merupakan basis masa PDIP yang pada pemilu 2009 menjadi pemenang pemilu.

"Kita akan mererbut kemenangan untuk HP-Don di Kabupaten Blora," kata Ketua DPD PKS Blora Chandiq Isninanto.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com
PKS Taktakan - PKS berkoalisi dengan Gerindra, mengusung pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial di pemilihan wali kota Bandung. Setelah juara di Pilgub Jabar, PKS pun optimistis menang di Pilwalkot Bandung 2013.

Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, konsentrasi PKS sebelum Pilwalkot dimulai adalah membenahi Kota Bandung. "Saya kira Kang Emil adalah sosok solutif buat kota ini," katanya di Bandung, Senin (18/3).

Menurutnya semua orang tahu Emil adalah sosok yang berperan untuk Kota Bandung. Sebagai Ketua Bandung Creatif City Forum (BCCF) sepak terjang sebagai seorang seniman sudah diakui banyak pihak. Penghargaan demi penghargaan telah didapat.

"Setelah Pilgub Jabar, kami PKS optimis bisa menang di Pilwalkot Bandung," jelasnya.

Dia pun bersyukur bahwa PKS jelang penutupan pendaftaran mendapatkan dukungan dari Gerindra. "Dengan koalisi ini kami optimis sekali dan menang satu putaran," katanya.

PKS yang mengusung Oded pun, kata dia, adalah sosok penyeimbang. Spirit Ridwan Kamil akan diimbangi Oded yang jauh lebih senior.

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/juara-pilgub-jabar-pks-optimistis-menang-pilwalkot-bandung.html
PKS Taktakan - Mataram. Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur NTB yang diusung oleh PKS, PBR dan PPRN, Suryadi Jaya Purnama (SJP)-Johan Rosihan bukan pasangan untuk memecah suara pasangan lain. Hadirnya pasangan SJP-Johan akan berusaha memenangkan pemilukada NTB dengan massa dan strategi yang dimilikinya.

Anggota tim pemenangan SJP-Johan, H Patompo Adnan di Mataram Kamis (21/02) mengatakan, pihaknya mengandalkan kader partai yang loyalis untuk memenangkan pasangan ini. Khusus PKS, dari tingkat wilayah sampai tingkat yang paling bawah diklaim sudah menghidupkan mesin partai, demikian seperti dikutip dari Global FM Lombok.

Ketua komisi IV DPRD NTB ini menolak asumsi sebagian pihak yang menilai pasangan SJP-Johan merupakan pasangan cagub-cawagub yang dipaksakan atau karena kenekadan. Namun penggodokan kader PKS untuk dijadikan calon kepala daerah sudah dilakukan setahun yang lalu. Hasilnya, ada empat kader yang diorbitkan untuk menjadi calon kepala daerah yaitu TGH Muharror Mahfudz, SJP, Johan Rosihan dan dr Irfan.

Adapun persoalan PKS ditingkat pusat yang sedang didera fitnah dugaan suap terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, hal itu menurut Patompo tidak akan berimbas pada pemilukada NTB. Kader PKS memiliki imunitas yang tinggi terhadap faktor yang bisa melemahkan sistem kerja partai.

“Imunitas internal kader masih baik dan tetap survive di dalam kondisi politik saat ini” ujarnya. (ris)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/29719/pilgub-ntb-pasangan-sjp-johan-bukan-pemecah-suara/#ixzz2PSxw035b



Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan bekerja dengan kekuatan penuh dalam pemilihan kepala daerah (pemilukada) yang akan digelar di berbagai provinsi pada 2013 ini.

Dua di antara provinsi yang akan menggelar pemilukada adalah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juni dan Maluku Utara pada tahun ini juga. “Gas penuh dari mesin PKS untuk Sumsel dan Maluku Utara (Malut) agar calon yang kami usung menang,” ujar Presiden DPP PKS Muhammad Anis Matta, Rabu (20/3/2013), saat menerima calon yang diusung PKS di kedua provinsi tersebut.



Hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei, calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor 4, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, berada di posisi pemuncak di Pilkada Jawa Barat.

Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada pukul 15.33 WIB, Aher-Deddy unggul 33,18 persen dengan total suara yang masuk 98,25 persen. Posisi kedua ditempati pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki 27,85 persen.

Mendekati angka 100 persen total jumlah suara, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar lmenggelar keterangan pers di hotel Papandayan, Bandung, Minggu 24 Februari 2013.

"Hasil quick count tentu kita pahami bersama sebagai alat ukur yang sangat modern. Insya Allah sebagaimana hasil ini adalah mendekati kenyataan," ujar Ahmad Heryawan.

"Margin of error tidak lebih dari 1 persen. Kalau pun turun hanya satu persen, kalau naik juga satu persen. Sehingga tidak akan mengubah hasil akhir Pilgub Jawa Barat ini," katanya.

Meski sudah dipastikan menang, namun Aher meminta seluruh tim sukses dan partai pendukung tidak merayakan kemenangan ini secara berlebihan. Sebab menurutnya, kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Jawa Barat.

"Mari kita syukuri, bahwa kemenangan kita ini adalah kemenangan seluruh rakyat Jawa Barat. Karena yang menang bukan pasangan calon, tapi rakyat," katanya.

Selanjutnya, dia meminta semua pihak untuk mengikuti dan mengawasi proses perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan umum Daerah Jawa Barat. "Mari kita awasi proses ini sebaik-baiknya," katanya.

Sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/392878-aher--ini-kemenangan-rakyat-jawa-barat
 
Jakarta - Hasil quick count yang diselenggarakan oleh Indo Barometer menunjukkan bahwa Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar meraih suara 32,38 persen. Artinya kemungkinan besar Aher-Deddy menang Pilgub Jabar 1 putaran.

"Dukungan terhadap Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar lebih dari 30 persen suara, dengan demikian Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar memenangkan pemilukada Jawa Barat versi quick count Indo Barometer dalam 1 putaran," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, dalam siaran pers, Minggu (24/2/2013).

Kemenangan Ahmad Heryawan, menurut Qodari, termasuk surprise di tengah kemelut kasus dugaan korupsi petinggi PKS. Kemenangan Ahmad Heryawan–Deddy Mizwar menunjukkan bahwa mesin politik PKS masih solid.

"PKS cepat melakukan konsolidasi kader. Posisi Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur yang dipilih oleh Ahmad Heryawan untuk mendampinginya juga terbukti efektif. Deddy Mizwar sebagai artis papan atas nampaknya cukup besar memberikan kontribusi suara," ungkap Qodari.

"Iklan-iklan produk yang dibintangi Deddy Mizwar yang gencar ditayangkan di media televisi nampaknya memberi pengaruh tingkat keterpilihan Ahmad Herywan – Deddy Mizwar," tegasnya.

Berikut hasil quick count yang dilakukan Indo Barometer:

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 2,03 persen.
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,32 persen.
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 26,09 persen.
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen.
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27,18 persen.

Sumber:  http://news.detik.com/read/2013/02/24/181050/2178261/10/quick-count-indo-barometer-menangkan-aher-deddy-mizwar-satu-putaran?9911012
Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar
Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar

Pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar tampaknya tidak tergoyahkan oleh prahara yang menerpa PKS dalam kasus suap daging impor. Survei menunjukkan, elektabilitas pasangan cagub dan cawagub ini masih tinggi dengan pemilih terutama di kalangan warga pedesaan Jawa Barat.

Direktur Pusat Kajian dan Pembangunan Stategis (Puskaptis), Husin Yazid, mengatakan dari hasil survei pasangan Aher-Dedi mengungguli pasangan Dede-Lex Laksamana dengan selisih 3 persen suara.

"Aher itu unggul 30,80%, sedangkan Dede Yusuf di urutan ke dua dengan 27,04%, disusul Rieke dengan perolehan suara 18,40%," ujarnya saat memaparkan hasil survei, di salah satu kafe di kawasan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Husin menjelaskan, perolehan suara yang didapat Aher ini karena didorong dari tingkat kepopuleran Dedi Mizwar yang unggul dibanding Dedi Yusuf.

"Dedi Mizwar, lebih unggul di banding Dede Yusuf, mungkin di masyarakat perkotaan Dedi Yusuf unggul dari Dedi. Namun di pedesaan Dedi mengungguli Dede Yusuf. Sedangkan Rieke sebagian pemilih wanita dia unggul" paparnya.

Survei dilakukan Puskaptis pada 2 Januari- 7 Februari 2013 lalu. Survei ini menggunakan teknik multistage random sampling dengan 1.800 responden berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. Metode survei dilakukan melalui tatap muka dengan kuisioner.


Berikut peroleh hasil survei Puskaptis berdasarkan nomor urut:

1. Dikdik- Cecep 3,06 %
2. Irianto-Tatang 15,20 %
3. Dede-Lex Lemana 27,04 %
4. Aher-Dedi 30,80 %
5. Rieke-Teten 18,40 %

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/survei-aher-ungguli-dede-yusuf-dan-rieke.html